Tas Mencurigakan di Depok Diamankan Tim Gegana, Tidak Berisi Bom

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Gegana Korps Brimob Polri membawa barang saat bersama Tim Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris di Desa Setia Mekar, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tim Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial A  serta mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua buah pemantik  dan buku-buku yang berkaitan dengan jihad. ANTARA FOTO/SEPTIANTO

    Personel Gegana Korps Brimob Polri membawa barang saat bersama Tim Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris di Desa Setia Mekar, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tim Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial A serta mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua buah pemantik dan buku-buku yang berkaitan dengan jihad. ANTARA FOTO/SEPTIANTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Video personel polisi dan tim gegana memadati Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat, tengah mengamankan tas mencurigakan beredar di media sosial sejak kemarin. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan peristiwa itu terjadi kemarin, Senin 23 Desember 2019. "Ada tas mencurigakan terus diamankan tim penjinak bom," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa 24 Desember 2019.

    Tas itu tidak berisi bom. "Isinya tas," ujar Argo.

    Sebelumnya sempat beredar kabar, bahwa tas itu diletakkan di Gereja Pasundan, Depok. Namun, Argo membantah informasi itu. "Bukan di gereja, di jalan. Di depan SD Siloam."

    Sebelumnya beredar video yang menunjukkan jalan Kartini dipadati kendaraan, beberapa polisi mengatur lalu lintas. Nampak di kejauhan tim penjinak bom Polri tengah bekerja. Namun tak terlihat jelas apa yang tengah dilakukan tim penjinak bom karena gambar diambil terlalu jauh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.