Agus Rahardjo Serahkan iPad ke Firli saat Serah Terima Jabatan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK periode 2016-2019 Agus Rahardjo dan Laode M. Syarief berbincang dengan pegawai KPK setelah memberikan keterangan pers terkait laporan kinerja KPK 2016-2019 menjelang berakhirnya masa jabatan mereka, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Pimpinan KPK periode 2016-2019 Agus Rahardjo dan Laode M. Syarief berbincang dengan pegawai KPK setelah memberikan keterangan pers terkait laporan kinerja KPK 2016-2019 menjelang berakhirnya masa jabatan mereka, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo menyerahkan sebuah iPad kepada Ketua KPK baru Firli Bahuri. Agus menyerahkan iPad ke Firli saat serah terima jabatan kepada pimpinan komisioner periode 2019-2023.

    Agus menyerahkan iPad itu bersamaan dengan penyerahan memori jabatan dalam bentuk cetak. Agus bilang iPad itu berisi memori jabatan versi digital. "Kami menyerahkan iPad baru, iPad ini adalah versi memori jabatan digital," kata Agus di kantornya, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

    Agus mengatakan sudah waktunya semua data di KPK diubah menjadi bentuk elektronik. Menurutnya, penggunaan data elektronik jauh lebih efisien. Selain itu, penggunaan data elektronik juga bisa lebih mudah mengintegrasikan antara KPK dengan lembaga lainnya. "Artinya memang sudah waktunya semua data itu elektronik," kata dia.

    Agus berharap kepemimpinan Firli cs bisa meneruskan program elektronisasi data di KPK. Ia meminta nantinya KPK tak menggunakan lagi kertas.

    Presiden Joko Widodo telah melantik lima komisioner KPK 2019-2023 di Istana Negara pada Jumat sore ini. Kelima komisioner yakni Firli Bahuri, Lilik Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Alexander Marwata. Setelah dilantik, sore ini, serah terima jabatan dilakukan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.