Lantik 4 Pejabat, Ini Perintah Mendikbud Nadiem Makarim

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, berdialogh dengan komedian Sogi Indra Dhuaja saat bermain drama #PrestasiTanpaKorupsi dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di SMKN 57, Jakarta, 9 Desember 2019. Drama #PrestasiTanpaKorupsi juga disaksikan oleh Presiden Joko Widodo. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, berdialogh dengan komedian Sogi Indra Dhuaja saat bermain drama #PrestasiTanpaKorupsi dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di SMKN 57, Jakarta, 9 Desember 2019. Drama #PrestasiTanpaKorupsi juga disaksikan oleh Presiden Joko Widodo. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud Nadiem Anwar Makarim melantik empat Pejabat Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini, Senin, 16 Desember 2019.

    Empat Pejabat Tinggi Madya Kemendikbud itu dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 175/TPA Tahun 2019, ditetapkan pada 5 Desember 2019.

    "Saya mohon pejabat yang baru dilantik untuk membuat terobosan yang lompatan besar untuk menjawab tantangan tersebut," kata Nadiem di ruang Grha Utama, Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin 16 Desember 2019.

    Nadiem Makarim melantik Ainun Na'im sebagai Sekretaris Jenderal, menggantikan Didik Suhardi.

    Kepada Sesjen yang baru saja dilantik, Nediem berharap dia mempertajam fungsi koordinasi khususnya setelah kembalinya urusan pendidikan tinggi.

    "Agar program-program kementerian tidak saling tumpang tindih. Benar-benar memberi dampak dan berjalan secara efektif dan efisien."

    Guru besar Universitas Gadjah Mada ini sebelumnya memangku jabatan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Kabinet Kerja.

    Sementara itu, Muchlis Rantoni Luddin dilantik kembali menjadi Inspektur Jenderal Kemendikbud. Sedangkan Hilmar Farid kembali dilantik sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan.

    Ada pula Chatarina Muliana Girsang yang kembali dilantik sebagai Staf Ahli Mendikbud bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.  

    Kepada Irjen Muchlis, Nadiem memerintahkan dia jangan hanya sebagai pengawas, melainkan turut memperkuat fungsi pencegahan.

    Untuk Hilmar, Nadiem meminta dia memperbanyak program dan kegiatan yang melibatkan para pemuda dan generasi milenial.

    "Agar tumbuh kecintaan kepada budaya bangsa sendiri. Dan bisa menandingi dahsyatnya arus budaya luar, supaya budaya kita tidak asing di mata bangsa sendiri," ujar mantan bos Go-Jek itu.

    Dalam pidatonya tersebut, Nadiem juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Sekretaris Jenderal Kemdikbud periode 2014-2019, Didik Suhardi.

    "Saya berharap Bapak terus menyumbang pemikiran dan karya baik bagi Kementerian maupun bagi bangsa yang tercinta," ucap Nadiem.

    Dalam pidatonya, Nadiem mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi prioritas pemerintah.

    Prioritas tersebut bisa mendorong terwujudnya SDM yang berkarakter pekerja keras, dinamis, terampil, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Nadiem menegaskan, Kemendikbud memiliki peranan penting dan strategis untuk menyiapkan SDM unggul dan berkarakter.

    Di akhir sambutannya, Nadiem menegaskan bahwa untuk membangun SDM yang unggul tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri.

    "Mari kita bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadapi tantangan dan mengatasi persoalan pendidikan," ujar Nadiem Makarim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.