Elektabilitas Ungguli Gibran, ini Kata Wawalkot Purnomo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo (ketiga kanan) membagikan Bubur Samin Banjar kepada warga yang mengantre di halaman Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah, Senin, 6 Mei 2019. Tradisi membagikan Bubur Samin secara gratis menjelang berbuka puasa itu dimulai oleh komunitas warga keturunan Banjarmasin di Solo sejak tahun 1930-an. ANTARA/Maulana Surya

    Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo (ketiga kanan) membagikan Bubur Samin Banjar kepada warga yang mengantre di halaman Masjid Darussalam, Solo, Jawa Tengah, Senin, 6 Mei 2019. Tradisi membagikan Bubur Samin secara gratis menjelang berbuka puasa itu dimulai oleh komunitas warga keturunan Banjarmasin di Solo sejak tahun 1930-an. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Solo - Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo mengaku tidak terkejut dengan hasil siginya yang mengungguli bakal calon wali kota Gibran Rakabuming Raka.

    Sigi popularitas dan.elektabilitas menjelang Pilkada 2020 tersebut digelar oleh Media Survei Nasional atau Median.

    Purnomo menganggap wajar jika popularitasnya melebihi calon-calon lainnya, termasuk Gibran, putra Presiden Jokowi.

    "Sebab saya kan sudah menjabat selama delapan tahun menjadi wakil wali kota," kata Purnomo hari ini, Senin, 16 Desember 2019.

    Dia menyebut bahwa nama Gibran sebenarnya sudah cukup populer di kancah nasional sebagai seorang anak presiden.

    "Namun untuk lingkup kota mungkin memang lain," ucap bekas dosen Universitas Gadjah Mada itu.

    Dari pertanyaan terbuka untuk top of mind, Median mencatat elektabilitas Gibran sebesar 19,1 persen, sedangkan Achmad Purnomo 40,9 persen.

    Adapun dari pertanyaan tertutup, elektabilitas keduanya masing-masing 24,5 persen berbanding 45 persen

    Tren yang sama juga tercatat dari pertanyaan ihwal popularitas. Achmad Purnomo unggul dengan popularitas sebesar 94,5 persen, sedangkan popularitas Gibran 82,3 persen.

    Meski demikian, Purnomo mengatakan bahwa sejauh ini dia belum melakukan usaha apapun untuk semakin mendongkrak popularitasnya.

    Dia juga belum merasa perlu untuk membentuk tim sukses dan mengorganisasi kelompok relawan.

    "Sebab kami belum tahu siapa nanti yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP."

    Achmad Purnomo-Teguh Prakosa merupakan satu-satunya pasangan yang diusulkan oleh DPC PDIP Surakarta untuk mencalonkan diri dalam pilkada tahun depan dalam sebuah penjaringan tertutup.

    Maka beberapa kandidat lain, termasuk Gibran, lantas mengikuti penjaringan yang dilakukan oleh DPD PDIP Jawa Tengah.

    Saat ini mereka bersaing untuk mendapat rekomendasi dari DPP PDIP di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.