Gibran dan Bobby Maju Pilkada, Jokowi: Belum Tentu Dipilih Rakyat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Menantu Jokowi Bobby Nasution, putra bungsu dan sulung Jokowi Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka menghadiri debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 13 April 2019. Mereka tampil kompak dengan kemeja putih. TEMPO/M Taufan Rengganis

    (kiri-kanan) Menantu Jokowi Bobby Nasution, putra bungsu dan sulung Jokowi Kaesang Pangarep, dan Gibran Rakabuming Raka menghadiri debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 13 April 2019. Mereka tampil kompak dengan kemeja putih. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bekasi - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menampik keputusan Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution maju dalam Pilkada sebagai upaya membangun dinasti politik. 

    "Ini kompetisi bukan penunjukan. Beda. Tolong dibedakan," katanya usai meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Bekasi, Kamis, 12 Desember 2019.

    Menurut Jokowi, belum tentu rakyat Solo dan Medan memilih Gibran dan Bobby. "Itu kan sebuah kompetisi. Bisa menang bisa kalah. Terserah rakyat yang memiliki hak pilih. Siapapun punya hak pilih dan dipilih. Ya kalau rakyat enggak memilih bagaimana," kata dia.

    Sebelumnya, putra sulung Jokowi, Gibran, resmi mendaftarkan diri untuk bertarung di pilkada Solo lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Senada dengan Gibran, menantu Jokowi, Bobby, juga telah mendaftar ke PDIP agar bisa diusung dalam pilkada Medan.

    Terkait maju anak dan menantunya ini, Jokowi enggan ikut campur. Ia memilih media bertanya langsung pada keduanya. "Kan sudah saya sampaikan bolak balik. Bahwa itu sudah menjadi keputusan. Tanyakan langsung ke anaknya," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.