Banyak Cara Pencucian Uang, Ini Modus yang Dipakai Kepala Daerah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Money Laundring/Pencucian Uang. Shutterstock

    Ilustrasi Money Laundring/Pencucian Uang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analissi Transaksi Keuangan atau PPATK menemukan beragam modus yang dilakukan oleh koruptor untuk menyembunyikan atau pencucian uang hasil kejahatan mereka. Rata-rata para koruptor mencuci uang di luar negeri dengan berbagai cara. Di antaranya meminta bantuan penyedia jasa pencuci uang profesional.

    Berikut adalah modus-modus pencucian uang kepala daerah:

    - Menyimpan uang hasil korupsi melalui jasa Professional Money Launderer atau pihak lain yang memberikan jasa penitipan dan pengelolaan harta kekayaan di luar negeri.
    - Memalsukan identitas atas nama orang lain.
    - Menyimpan uang hasil uang di negara tax heaven atau negara yang memberikan akses kerahasiaan terhadap setiap pelaku.
    - Pembelian aset tanpa nama seperti uang, perhiasan, logam mulia, lukisan, dan barang mewah.
    - Memasukkan uang hasil korupsi dalam rekening kasino dalam bentuk valuta asing.
    - Mencampur uang hasil korupsi dengan uang milik pelaku dalam rekening perusahaan.


    AVIT HIDAYAT | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.