Jadi Kabareskrim, Listyo Sigit Mengaku Sempat Dihubungi Istana

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    Listyo Sigit Prabowo. Facebook/@Listyo Sigit Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Idham Azis akan melantik Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) pada Senin, 16 Desember 2019. 

    Sigit mengaku sempat dihubungi pihak Istana sebelum ditunjuk jadi Kabareskrim. Namun, dia enggan membeberkan siapa pejabat Istana yang menghubunginya. "Pak Kapolri yang banyak tahu," kata Sigit dikutip dari Majalah Tempo edisi 14 Desember 2019.

    Diminta tanggapan soal penunjukan Sigit dan kedekatannya dengan Jokowi, juru bicara Istana Fadjroel Rachman menyatakan tak mengetahui informasi tersebut.

    Adapun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Muhammad Iqbal, yang merupakan rekan satu angkatan Sigit di Akademi Kepolisian, mengatakan penunjukan Kabareskrim merupakan prerogatif Kapolri.

    Iqbal mengatakan koleganya itu memenuhi syarat diangkat memimpin pasukan reserse. "Beliau polisi berprestasi," ujar Iqbal.

    Wacana Sigit menjadi Kabareskrim mencuat ketika posisi kepala badan itu ditinggalkan Idham Azis. Idham, lulusan Akpol angkatan 1989, memimpin Korps Tribata lantaran Tito Karnavian didapuk menjadi Menteri Dalam Negeri.

    Sigit merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1991. Perwira tinggi kelahiran 5 Mei 1969 tersebut pernah menjadi Kapolres Pati, Jawa Tengah. Setelah itu dia menduduki posisi Wakil Kepala Polrestabes Kota Semarang, lalu menjadi Kapolres Solo. Ketika itu, Jokowi masih menjadi wali kota Solo di periode keduanya.

    Pada 2014 ketika Jokowi terpilih menjadi presiden, Sigit diangkat sebagai ajudan. Sekitar dua tahun kemudian, dia menjabat Kapolda Banten dengan pangkat Brigadir Jenderal. Karirnya terus melesat hingga kini dia didapuk menjadi Kabareskrim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.