Ditanya Sandiaga, Kader PPP Jawab Ekonomi Pascapilpres Sulit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia Uno menghadiri Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Sandiaga Uno bersama istrinya Nur Asia Uno menghadiri Rapat Pimpinan Nasional dan Apel Kader Partai Gerindra di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menghadiri pembukaan Musyawarah Kerja Nasional atau Mukernas V Partai Persatuan Pembangunan. Sandiaga mengaku diundang untuk bicara ihwal proyeksi ekonomi tahun 2020.

    Di hadapan ratusan kader PPP, Sandiaga menanyakan kondisi ekonomi yang dirasakan saat ini. "Setelah pilpres kemarin sudah tumbuh berkembang atau terasa melambat?" tanya Sandiaga di Grand Sahid Jaya Hotel, Sabtu, 14 Desember 2019.

    "Melambat," jawab hadirin.

    Sandiaga pun menanyakan beberapa pertanyaan lain, di antaranya harga bahan pokok, tarif listrik, biaya pendidikan dan kesehatan, termasuk iuran Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan atau BPJS.

    Untuk semua pertanyaan itu, hadirin menjawab bahwa semua mengalami kenaikan. Mereka juga menyebut bahwa mencari lapangan pekerjaan juga sulit.

    Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga sering ditanyakan Sandiaga saat kampanye pemilihan presiden 2019. Namun kali ini dia mengklaim pertanyaan itu bukan bermuatan kepentingan politik, melainkan murni ekonomi.

    "Kita depolitisasi, jangan bicara lagi mengenai politik. Tapi ada masalah ekonomi yang bapak dan ibu afirmasi sendiri bahwa ekonomi kita 2020 akan menghadapi banyak tantangan," ujarnya.

    Sandiaga kemudian bicara ihwal tantangan dan potensi ekonomi di tahun 2020. Tahun depan juga menjadi tahun politik seiring dengan digelarnya pemilihan kepala daerah (pilkada).

    Sandiaga menekankan perlunya perubahan narasi yang kerap berlaku selama ini, yakni bahwa tahun politik menyebabkan ketidakpastian ekonomi. Sebab, sejak 2017, 2018, 2019, dan 2020 yang akan datang selalu ada perhelatan politik berupa pilkada maupun pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

    "Karena tiap tahun (adalah) tahun politik, kita mulai ubah narasinya. Jangan pakai narasi pilpres 2019, tapi ayo kumandangkan narasi persatuan," kata bekas calon presiden 2019.

    Ketua Panitia Mukernas V PPP Achmad Baidowi yang menjadi moderator menanggapi pidato Sandiaga ihwal pelambatan ekonomi. Menurut Baidowi, kenaikan harga-harga yang terjadi saat ini masih terjangkau.

    "Terima kasih atas awalannya Pak Sandiaga Uno. Tadi kepada ibu-ibu ditanyakan harga-harga. Memang faktanya naik, tapi masih terjangkau. Kan begitu," kata politikus partai pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini.

    Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani sebelumnya mengatakan, dirinya mengundang Sandiaga dengan beberapa alasan. Salah satunya ialah bahwa Gerindra kini sudah menjadi partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

    Arsul juga mengaku pernah menjadi kuasa hukum di perusahaan Sandiaga. Selain itu, Sandiaga juga merupakan keponakan dari pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.