Novel Baswedan: Ini Janji Kelima Jokowi, Saya Ngomong Apa Lagi?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan berbicara saat menghadiri peluncuran buku Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti karya S. Dian Andryanto di Gedung Tempo, Jakarta, 14 Desember 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    Novel Baswedan berbicara saat menghadiri peluncuran buku Nusantara Berkisah 2: Orang-orang Sakti karya S. Dian Andryanto di Gedung Tempo, Jakarta, 14 Desember 2019. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan mengaku sudah kehabisan kata-kata untuk menagih janji Presiden Joko Widodo dalam penuntasan kasusnya. Ia menghitung sudah lima kali Jokowi mengatakan bakal menuntaskan kasus ini.

    "Janji Pak Jokowi ini sudah kelima, saya mau ngomong apalagi?," kata dia seusai acara bedah buku, di Gedung Tempo, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Ia hanya berharap Jokowi akan memenuhi perkataanya, yakni mengungkap kasusnya. Ia enggan berkomentar lebih jauh. "Saya lebih suka melihat realisasinya saja, daripada, saya terus mengomentari janji saya kira enggak baik," kata dia.

    Sebelumnya, Jokowi mengatakan temuan baru polisi dalam kasus Novel Baswedan akan disampaikan oleh tim teknis Polri kepada publik dalam waktu dekat. Menurut Jokowi, pengumumannya tidak sampai makan waktu berbulan-bulan. "Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian," ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, hari ini, Selasa, 10 Desember 2019.

    Presiden Jokowi mengungkapkan hal itu setelah menerima penjelasan Kapolri Jenderal Idham Azis pada Senin lalu, 9 Desember 2019, di Istana Merdeka. Dia pun menuturkan berdasarkan penjelasan Idham, "Ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan."

    Novel menekankan bahwa tuntutannya agar polisi menemukan pelaku penyiraman air keras bukan atas motivasi benci. Ia mengatakan sudah menerima kondisinya dan memaafkan pelaku. Namun, ia mengatakan kasus ini harus diungkap, supaya tidak ada orang lain yang menjadi korban teror, namun diungkap. "Bahasa saya sangat terang soal itu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.