Saat Panitia Mukernas Goda Sekjen PPP Kubu Muktamar Jakarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PPP kubu Muktamar Jakarta Sudarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Surabaya Arsul Sani di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    Sekretaris Jenderal PPP kubu Muktamar Jakarta Sudarto (kiri) dan Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Surabaya Arsul Sani di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan  atau PPP menggelar Musyawarah Kerja Nasional V hari ini, Sabtu, 14 Desember 2019. Acara ini digelar oleh PPP kubu Muktamar Surabaya yang kini dipimpin oleh pelaksana tugas Ketua Umum Suharso Monoarfa.

    Namun acara ini juga dihadiri oleh politikus PPP kubu Muktamar Jakarta yang kini diketuai oleh Humphrey Djemat, yakni Sekretaris Jenderal PPP Sudarto. Dalam pembukaan acara, Sudarto sempat disapa oleh Ketua Panitia Mukernas Achmad Baidowi.

    "Tak lupa juga kami menyapa sahabat saya dari ujung sana kelihatan, Bapak Sudarto," kata Baidowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Baidowi mempersilakan Sudarto berdiri. Dia juga menggoda Sudarto sebagai kader PPP kubu yang lain.

    "Beliau selama ini menyebut sebagai Sekjen PPP yang lain," kata dia disambut tawa hadirin. "Alhamdulillah sudah bertemu di Mukernas ini."

    PPP terpecah menjadi dua kubu sejak 2014. Kala itu, Djan Faridz mengklaim sebagai pemenang Muktamar Jakarta. Ada pula Muktamar Surabaya yang dimenangi oleh Romahurmuziy. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM mengakui PPP kubu Romahurmuziy.

    Mukernas PPP ini digelar untuk membahas dan menentukan jadwal Muktamar. Acara ini dihadiri oleh pengurus harian DPP PPP, pimpinan Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar, Mahkamah Partai, ketua dan sekretaris pengurus harian DPW PPP, pimpinan Fraksi PPP di DPR dan MPR, dan jajaran PPP lainnya.

    Selain itu, acara pembukaan mukernas juga dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

    "Mendagri akan mengisi salah satu materi terkait persiapan Pilkada serentak 2020," ujar Baidowi sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.