Kejaksaan Agung Siap Dampingi Jokowi Hadapi Gugatan WTO

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker sebelum melakukan rapat di markas komisi Eropa di Brussels, Belgia, 21 April 2016. Uni Eropa telah sepakat untuk memulai pembicaraan perdagangan bebas dengan Indonesia. REUTERS/Francois Lenoir

    Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker sebelum melakukan rapat di markas komisi Eropa di Brussels, Belgia, 21 April 2016. Uni Eropa telah sepakat untuk memulai pembicaraan perdagangan bebas dengan Indonesia. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.COJakarta - Kejaksaan Agung mengatakan siap mendampingi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi jika Uni Eropa jadi mengajukan gugatan terhadap pemerintah Indonesia di World Trade Organization atau WTO.

    "Kalau ada gugatannya, kejaksaan akan mendampingi kepentingan pemerintah," kata Feri Wibisono, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 Desember 2019.

    Uni Eropa sebelumnya berencana menggugat Indonesia terkait larangan ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020. Kendati demikian, Feri mengatakan gugatan tersebut belum dilayangkan Uni Eropa hingga saat ini.

    Kejaksaan Agung, kata Feri, akan mengecek apakah gugatan sudah terdaftar di WTO atau di United Nation Commision on International Trade Law (Uncitral).

    "Gugatannya masih belum ada, kami baru mau cek ke WTO sama Uncitral nanti," kata Feri.

    Presiden Joko Widodo sendiri sudah menyatakan tidak takut terhadap gugatan yang Uni Eropa layangkan ke WTO terkait kebijakan ekspor bijih nikel. Jokowi memastikan pemerintah siap menghadapinya.

    "Digugat ke WTO gak apa-apa, kami hadapi. Jangan (kira) digugat terus grogi, enggak," kata Jokowi saat melepas ekspor perdana Isuzu Traga di di pabrik Isuzu Karawang Plant, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis, 12 Desember 2019.

    Sebelumnya, surat pemberitahuan rencana gugatan disampaikan Wakil Tetap atau Duta Besar Uni Eropa kepada Duta Besar Indonesia di di Jenewa, Swiss, pada 22 November 2019.

    “Uni Eropa akan mengajukan gugatan kepada Indonesia,” kata Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

    Gugatan dilayangkan karena Uni Eropa menilai tiga kebijakan Indonesia melanggar sejumlah ketentuan dalam The General Agreement of Tariffs and Trade (GATT). Ini merupakan sebuah perjanjian internasional pendahulu dari WTO.

    Kebijakan Inodnesia yang digugat Uni Eropa adalah pembatasan ekspor untuk produk mineral, khususnya nikel, bijih besi, dan kromium yang digunakan sebagai bahan baku industri stainless steel di Uni Eropa.

    ANDITA RAHMA | AHMAD FAIZ IBNU SANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.