Selain Gibran, 94 Orang Daftar Maju Pilkada Lewat PDIP Jateng

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka (tiga dari kanan) didampingi pendukungnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo di Panti Marhaen, Kantor Dewan Perwakilan Daerah PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 Desember 2019.  TEMPO/Jamal Abdun Nashr

    Gibran Rakabuming Raka (tiga dari kanan) didampingi pendukungnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo di Panti Marhaen, Kantor Dewan Perwakilan Daerah PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Jamal Abdun Nashr

    TEMPO.CO, Semarang-Selain Gibran Rakabuming Raka, ada 94 orang bakal calon kepala daerah mendaftarkan diri di Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Tengah. Jumlah pendaftar itu terhitung sejak dibuka penjaringan selama sepekan terakhir.

    Mereka memprebutkan rekomendasi maju di Pilkada 2020 untuk Kabupaten Magelang, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Purworejo, Rembang, Blora, Grobogan, Kendal, Semarang, Sragen, Pemalang, Purbalingga, Wonosobo, Kebumen, dan Kota Surakarta.

    Selanjutnya, para kandidat bakal calon kepala daerah tersebut akan dipanggil untuk menjalani proses fit and proper test. "DPD diberi hak untuk melakukan saringan," kata Ketua PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto, Kamis, 12 Desember 2019.

    Politikus yang akrab disapa Bambang Pacul itu berujar hasil fit and proper test akan dibawa ke DPP PDIP. Selanjutnya DPP PDIP akan menurunkan rekomendasi calon yang bakal bertarung di Pilkada 2020. "Rekomendasinya akan diumumkan pasa saat rakernas partai tanggal 10 Januari," ujar dia.

    Menurut Bambang materi fit and proper test bertujuan untuk melihat keinginan bakal calon menjadi kepala daerah. Serta mengukur karakter, kompetensi, dan kapasitas kandidat. Menurut Pacul, kualitas kandidat akan disesuaikan dengan daftar pekerjaan di wilayahnya.

    Fit and proper test, menurut dia, dimungkinkan berlaku bagi bakal calon yang berlatar belakang petahana. "Inkumben rekam jejaknya gampang kefoto. Bahkan inkumben yang berkualitas tidak usah lah. Misalkan Wali Kota Semarang, tidak perlu fit and proper test," ucap dia.

    Bambang berani menggaransi sejumlah inkumben tak perlu fit and proper test karena telah melihat survei di lapangan. "Bukan sombong atau mendahului yang di atas, kira-kira kalau melawan Hendi, Wali Kota Semarang, susah," ucapnya.

    JAMAL A. NASHR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.