Pengamat: Gibran Jokowi Anak Kemarin Sore, Aji Mumpung

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka bersiap memberikan keterangan pers di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin, 23 September 2019. Putra sulung Presiden Jokowi itu mendaftar menjadi kader PDI Perjuangan. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Gibran Rakabuming Raka bersiap memberikan keterangan pers di kantor DPC PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Senin, 23 September 2019. Putra sulung Presiden Jokowi itu mendaftar menjadi kader PDI Perjuangan. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, hari ini mendaftar Calon Wali Kota Solo menjelang Pilkada 2020.

    Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai Gibran Jokowi hanya mengandalkan aji mumpung dalam pencalonan ini.

    Soal kapasitas, menurut dia, Gibran baru anak kemarin sore di dunia politik.

    "Soal kapasitas, publik masih bertanya-tanya," ujar Ujang saat dihubungi Tempo hari ini, Kamis, 12 Desember 2019.

    Dia menjelaskan, lantaran Gibran adalah anak sulung Presiden Jokowi maka akan banyak pihak akan membantu sehingga berpeluang menang besar di Pilkada Solo 2020. "Kapasitas dinomorduakan. Jadi, lebih pada aji mumpung."

    Meski begitu, Ujang berpendapat, semua itu sah saja dilakukan dalam demokrasi. Siapa pun bisa terpilih dalam pilkada baik figur yang memiliki kapasitas maupun yang tidak.

    "Dan, hantu belau pun yang enggak jelas bisa terpilih," tutur Ujang.

    Menurut Ujang, kans Gibran Jokowi menang cukup besar karena berstatus anak presiden. Harga diri Presiden Jokoewi bisa jatuh kalau Gibran kalah.

    Dia mengatakan Jokowi bisa memenangkan dirinya menjadi Presiden RI dua periode. Maka, Ujang lantas beranalisa, membuat Gibran menang di Solo urusan mudah. Selain itu, Gibran akan diusung oleh PDIP yang memiliki 30 kursi dari 45 kursi di DPRD Kota Solo.

    Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto mengatakan meski diuntungkan sebagai anak Presiden RI, Gibran tetap harus menunjukkan kualitas dan kompetensinya.

    "Kalau enggak, ditertawakan, Republik (ini) akan menertawakan," ujarnya pada Rabu lalu, 11 Desember 2019.

    Bambang Pacul, begitu dia dikenal oleh koleganya, membandingkan Gibran dengan Puan Maharani, Ketua DPR yang juga putri Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

    Menurut dia, keduanya diuntungkan sebagai anak Presiden RI tapi yang membedakan Puan sudah membuktikan kualitasnya di bidang politik.

    Sebelum menjabat Ketua DPR RI, Puan adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2014-2019.

    "Kalau Gibran dilahirkan sebagai anaknya Jokowi, beruntunglah dikau. Kalau diangkat jadi anak Mega, beruntunglah dikau," ucapnya setengah berseloroh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.