Gibran Daftar Pilwakot Solo Besok, PDIP: Kamis Legi Hari Baik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Pacul Wuryanto ditemui di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Pacul Wuryanto ditemui di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bambang Wuryanto mengatakan, Gibran Rakabuming akan mendaftarkan diri sebagai calon wali kota Solo dari partai berlambang kepala banteng itu. Putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut akan mendaftar Kamis besok.

    "Mas Gibran ini sudah memberikan kode kepada kami, besok akan mendaftar yaitu Kamis tanggal 12 Desember," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019.

    Bambang lantas bicara dari sudut pandang hitung-hitungan Jawa. Kata dia, tanggal 12 Desember besok jatuh pada hari Kamis Legi. Sebagai orang Jawa, Bambang mengaku memahami perhitungan hari baik.

    Menurut perhitungan Jawa, ujarnya, Kamis Legi jika dijumlahkan menghasilkan angka 13. Sehingga Bambang menyebut Kamis Legi besok dianggap sebagai hari baik. Dia pun memperkirakan besok akan menjadi puncak pendaftaran pilkada Jawa Tengah di internal PDIP. "Itu hari baik untuk mendaftar, karena 13 dibagi empat sisa satu, maka itu dulu arahnya utara, bagus untuk mendapatkan jabatan," kata Bambang.

    Gibran Rakabuming sebelumnya telah menyampaikan niatnya maju sebagai calon wali kota Solo dari PDIP di Pilkada 2020. Tatkala Dewan Pimpinan Cabang PDIP Solo mengajukan calon lain, Gibran menyatakan akan maju lewat jalur DPP PDIP. Ayah dari Jan Ethes itu juga sudah sowan ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.