Ibunda Yusuf Kardawi: Batu Apa yang Buat Anak Saya Meninggal?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhamad Yusuf Kardawi, 19 tahun, mahasiswa D3 Tekhnik Sipil Universitas Haluoleo (UHO) Kendari korban bentrok dengan polisi keluar dari ruang operasi setelah dua jam dioperasi di RSUD Bahteramas Kendari pada Kamis malam, 26 September 2019. FOTO:Rosniawanti/TEMPO

    Muhamad Yusuf Kardawi, 19 tahun, mahasiswa D3 Tekhnik Sipil Universitas Haluoleo (UHO) Kendari korban bentrok dengan polisi keluar dari ruang operasi setelah dua jam dioperasi di RSUD Bahteramas Kendari pada Kamis malam, 26 September 2019. FOTO:Rosniawanti/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sambil menangis, Endang Yulida mempertanyakan kejelasan kasus anaknya, Yusuf Kardawi yang tewas dalam aksi demonstrasi menolak RKUHP dan revisi UU KPK yang berujung ricuh pada Kamis siang, 26 September 2019, di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Siang ini, Endang diterima oleh Wakil Ketua Komisi III Desmond J. Mahesa di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 10 Desember 2019. Bersama Endang, hadir pula keluarga Imawan Randi. Yusuf dan Randi adalah dua mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) yang tewas dalam demonstrasi berujung ricuh di Kendari.

    Sampai hari ini, polisi menyebut Yusuf tewas karena cedera terkena benda tumpul. Sementara Randi, tewas akibat peluru tajam polisi. "Kenapa pelaku Yusuf tidak terungkap, apa bedanya dengan Randi, mereka sama-sama mati?," ujar Endang sambil terisak-isak di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 10 Desember 2019.

    Sampai hari ini, Endang tidak percaya bahwa Yusuf meninggal karena cedera terkena benda tumpul, seperti keterangan polisi. "Katanya Yusuf meninggal kena beda tumpul. Mereka bilang hanya ada batu di TKP. Batu apa yang bisa membuat anak saya meninggal?" ujar Endang.

    "Mungkin memang sudah takdir anak saya meninggal, tapi yang saya tidak terima caranya, sadis. Selama 19 tahun saya besarkan, dia hilang seketika. Kenapa kasus Yusuf tidak ada progres sama sekali. Kenapa kasus anak saya seperti dianaktirikan?" ujar Endang.

    Mendengar pengaduan Endang, Desmond berjanji akan meneruskan pengaduan ini kepada Kapolri Idham Azis untuk mendapatkan atensi serius dan segera ditindaklanjuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.