Hari Antikorupsi, Jokowi Nonton Erick Thohir dan Nadiem di SMK 57

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meresmikan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 ruas Kunciran-Serpong, Serang, Jawa Barat, Jumat 6 Desember 2019. Hingga Mei 2019, jalan tol yang telah dioperasikan sepanjang 949 kilometer dan akan bertambah 406,14 kilometer dengan beroperasinya sembilan ruas tol secara bertahap hingga akhir tahun 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat meresmikan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 ruas Kunciran-Serpong, Serang, Jawa Barat, Jumat 6 Desember 2019. Hingga Mei 2019, jalan tol yang telah dioperasikan sepanjang 949 kilometer dan akan bertambah 406,14 kilometer dengan beroperasinya sembilan ruas tol secara bertahap hingga akhir tahun 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak memenuhi undangan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia memilih menyaksikan drama pentas #PrestasiTanpaKorupsi di SMKN 57, Jakarta.

    Jokowi tiba di SMKN 57 Ragunan, pukul 8.45 WIB. Ia datang didampingi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Dalam acara ini, Jokowi, Yasonna, dan Anies menjadi penonton. Adapun Erick, Tama, dan Nadiem menjadi pemain dalam pentas teater itu bersama komedian Bedu serta Sogi.

    Dalam teater ini, Erick Thohir berperan sebagai tukang bakso di SMA Prestasi. Sementara Nadiem dan Sogi menjadi siswa SMA kelas X. Adapun Tama dan Bedu bermain menjadi siswa kelas XII.

    Lakon #PrestasiTanpaKorupsi ini menceritakan contoh kecil perilaku korupsi dan nepotisme. Hal ini diceritakan lewat aksi Sogi yang mengajak Nadiem untuk makan bakso menggunakan uang kas.

    Sementara itu, praktek nepotisme disinggung dalam adegan Bedu yang bercerita jika dia bisa masuk universitas unggulan mana saja di Indonesia karena bapaknya adalah seorang pejabat.

    "Tadi nangkap semua, kan, pesan yang disampaikan beliau-beliau? Bahwa yang namanya korupsi tidak boleh. Sekecil apapun tetap korupsi," kata Jokowi dalam sambutannya, Senin, 9 Desember 2019.

    Jokowi berujar perilaku koruptif selalu dimulai dari hal-hal kecil seperti menggunakan uang kas untuk jajan atau masuk kelas tidak tepat waktu. "Dari situ bibit korupsi muncul. Kalau gak diperhatikan nanti membesar," ucap dia.

    Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pihaknya mengundang Jokowi dan pimpinan KPK terpilih untuk hadir ke acara ini. Belakangan diketahui Jokowi digantikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.