Saut Inginkan Anggota Dewan Pengawas KPK Penuhi Kriteria Ini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama juru bicara Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. KPK resmi menetapkan dua orang tersangka baru anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarto Prasetyo. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama juru bicara Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. KPK resmi menetapkan dua orang tersangka baru anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarto Prasetyo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang mengatakan sebaiknya Presiden Jokowi memilih orang-orang berintegritas dalam Dewan Pengawas KPK.

    "Sebaiknya dipilih orang yang memiliki integritas," kata Saut di Jakarta Pusat pada Minggu, 8 Desember 2019.

    Menurut dia, figur di Dewan Pengawas KPK tidak hanya pintar, jujur, tekun, dan berani. Banyak nilai yang harus dianut oleh awak KPK.

    Saut menjelaskan, idealnya anggota Dewan Pengawas KPK tak hanya mesti memiliki latar belakang hukum, melainkan juga bidang ekonomi.

    "Jadi pilihan (anggota Dewan Pengawas) itu bisa datang dari banyak orang," ujarnya.

    Saut menegaskan di atas semua kriteria keutamaan awak KPK adalah integritas.

    Presiden Jokowi belum memutuskan siapa saja calon Dewan Pengawas KPK. Ia mengatakan masih ada waktu beberapa pekan sebelum mengambil keputusan.

    "Masih dalam proses penyaringan oleh tim internal di Setneg (Kementerian Sekretariat Negara), jadi belum ada proses finalisasi," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.