KPK Telisik Dugaan Mahar Politik Bupati Lampung Tengah ke PKB

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Bupati Lampung Tengah, Mustafa, seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Bupati Lampung Tengah, Mustafa, seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi menelisik dugaan mahar dari bekas Bupati Lampung Tengah Mustafa kepada Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Lampung. KPK menduga Mustafa memberikannya saat maju sebagai Calon Gubernur Lampung pada 2018.

    Dugaan tersebut ditelusuri penyidik komisi antirasuah saat memeriksa empat saksi pada Jumat, 22 November 2019. Keempat saksi itu yakni pegawai negeri di Dinas Marga Lampung Tengah, Hendi Setia Jaya, Ketua Dewan Syuro Dewan Pengurus Cabang PKB Tulang Bawang Muslih Zein, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Pringsewu, Muhlas dan Ketua Dewan Syuro DPC PKB, Pesawaran Jumal.

    "KPK mendalami pengetahuan saksi tentang aliran dana untuk mahar politik dari Mustafa ke DPW PKB Lampung," kata juru bicara bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 22 November 2019.

    Menurut Febri dari keempat saksi itu, dua orang mangkir yakni Hendi dan Muhlas. Febri urung menjelaskan jumlah mahar politik yang diduga diberikan oleh Mustafa.

    Awalnya, KPK menetapkan Mustafa menjadi tersangka penyuap anggota DPRD Lampung Tengah terkait persetujuan pinjaman daerah. Dia divonis 3 tahun penjara dalam kasus ini.

    Belakangan, KPK kembali menetapkan Bupati Lampung Tengah Mustafa menjadi tersangka penerima gratifikasi senilai Rp95 miliar sepanjang 2017-2018. Duit itu diduga berasal dari ijon proyek. KPK menduga Mustafa menarik fee 10-20 persen dari nilai proyek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.