Lewat Pelatihan, Anyaman Sanggau Menuju Pasar Ekspor

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kegiatan Pelatihan Teknik dan Desain Produk Anyam Menuju Pasar Ekspor, berlangsung di Mengkiang, Kabupaten Sanggau pada 19-25 November 2019.

    Kegiatan Pelatihan Teknik dan Desain Produk Anyam Menuju Pasar Ekspor, berlangsung di Mengkiang, Kabupaten Sanggau pada 19-25 November 2019.

    INFO NASIONAL — Sebanyak 20 ibu rumah tangga mengikuti “Pelatihan Teknik dan Desain Produk Anyam Menuju Pasar Ekspor” di Gedung Sekretariat Desa Mengkiang, Kabupaten Sangggau, Kalimantan Barat, 19 - 25 November 2019. Kegiatan yang diadakan PT Finnantara Intiga, unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas ini bekerja sama dengan Yayasan DR Sjahrir dan Vintocraft.

    Kegiatan yang merupakan bagian dalam program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ini bertujuan agar para peserta pelatihan dapat meningkatkan keterampilan menganyam bambu, buluh, dan rotan. Selain itu, diharapkan nantinya warga memperoleh pendapatan lain. 

    Program DMPA mendukung masyarakat setempat untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, yakni bercocok tanam tumpang sari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, dan perikanan. Selain itu, membangun industri kecil-menengah untuk dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.

    Pelatihan yang berlangsung selama sepekan ini menghadirkan fasilitator Vinto B. Effendi. Pemilik Vintocraft yang berbasis di Muaro Bungo, Provinsi Jambi ini telah menghasilkan beragam produk kerajinan seperti batik, syal, tas, tikar, dan lain-lain. Sejumlah produk kerajinan Vintocraft bahkan telah diekspor ke Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa.

    Vinto selalu menekankan pada pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar di antaranya daun pandan rawa, serat pandan, bunga alang-alang, rotan, bambu, sutra, kapuk, dan lainnya. “Saya ingin agar para peserta pelatihan tidak perlu membeli bahan baku tapi memanfaatkan bahan baku yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar,” katanya. 

    Sasaran kegiatan ini adalah para peserta pelatihan dapat membuat produk yang berkualitas karena produk yang dihasilkan akan dijual untuk pasar luar negeri, bukan lagi pasar domestik. Saat ini penggunaan produk-produk yang berbahan dasar alami memiliki peluang yang sangat besar karena dunia menyadari ancaman limbah, terutama dari plastik dan sejenisnya.

    “Kami berharap ibu-ibu tetap semangat, konsisten menjaga kualitas dan harus berkomitmen jika sudah ada order. Kita harus menjaga kredibilitas terhadap pembeli produk,” ujar CD CSR PT Finnantara Intiga Agus Tono. 

    APP Sinar Mas dan Finnantara mengapresiasi kehadiran fasilitator dan timnya yang sarat dengan ilmu dan pengalaman. Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu untuk memperbaiki taraf hidup warga. Karena membutuhkan waktu yang cukup panjang, maka para peserta butuh keuletan, kesabaran, dan ketekunan dalam mengikuti proses pelatihan selama sepekan. “Mungkin ke depan, ibu-ibu tidak dikenal, tapi produk-produknya akan dikenal dunia,” ujar Agung Wiyono, Head of Social & Security APP Sinar Mas.

    Umumnya para peserta pelatihan terlihat antusias. Mereka hadir di lokasi pelatihan satu jam sebelum dimulai. “Saya ingin mendapat ilmu menganyam dan agar bisa lebih maju lagi,” ujar Sisilia Ayot, seorang peserta pelatihan. “Mudah-mudahan dengan kehadiran pelatih, keahlian merajut kami bisa bertambah,” kata Dara Presia, peserta lainnya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.