KPK Undang Gus Muwafiq Berceramah Soal Islam dan Budaya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mendengarkan ceramah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq, di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu, 20 November 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mendengarkan ceramah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq, di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu, 20 November 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang penceramah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq untuk berceramah di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu, 20 November 2019.

    Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan lembaganya mengundang penceramah Nahdlatul Ulama itu untuk mempertebal rasa kebangsaan para pegawai. Ia mengatakan tujuan adanya KPK ialah memperkuat eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Merawat Indonesia yang sebesar ini sungguh sulit," kata Agus dalam sambutannya.

    Acara bertajuk Silaturahmi Kebangsaan dan Doa Bersama untuk Negeri itu dihadiri oleh lima pimpinan KPK, termasuk Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Laode M. Syarif. Selain itu, hadir pula ratusan pegawai KPK.

    Diselingi guyonan, Gus Muwafiq berceramah mengenai sejarah Indonesia hingga kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Salah satu topik yang dia singgung ialah soal akulturasi budaya Islam dan Indonesia. "Ini hasil negosiasi budaya," kata dia.

    KPK juga sempat mengundang pendakwah Abdul Somad pada Selasa, 19 November 2019. Ia memberikan ceramah bertemakan integritas. "Temanya tentang integritas, bagaimana dalam Islam kita diajarkan sebesar biji sawi pun kecurangan akan dituntut di hadapan Allah SWT," kata Abdul Somad kepada wartawan seusai mengisi kajian tersebut.

    Dalam kajiannya itu, ia banyak bercerita soal hubungan antara Allah SWT dengan manusia. "Tidak ada gunanya banyak ibadah kalau kita aniaya orang, kalau kita makan haram doa tidak dikabulkan Allah SWT. Hanya terkait dengan hubungan kita dengan Allah SWT baik habluminallah maupun habluminannas," ucap Abdul Somad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.