Setelah Sindir Surya Paloh, Jokowi Bakal Hadiri Kongres NasDem

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh saat akan memberikan kuliah umum angkatan ke-2 dalam pendidikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. Pendidikan di Akademi Bela Negara diadakan lima hari dalam seminggu dengan waktu efektif delapan jam per hari. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh saat akan memberikan kuliah umum angkatan ke-2 dalam pendidikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018. Pendidikan di Akademi Bela Negara diadakan lima hari dalam seminggu dengan waktu efektif delapan jam per hari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman, mengatakan Presiden Jokowi memastikan bakal menghadiri penutupan Kongres II Partai NasDem pada malam ini, Minggu, 10 November 2019.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh saling sindir seputar pertemuan Surya dengan Presiden PKS Sohibul Iman.

    "Akan datang. (Acaranya) Pukul 9 malam, ya. Pak Jokowi sudah memastikan akan datang," katanya di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, siang tadi.

    Fadjroel menuturkan kedatangan Jokowi tidak ada hubungannya dengan saling sindir.  Hubungan antara Jokowi dan Surya Paloh, kata dia, dalam keadaan baik yang dibuktikan dengan soliditas pemerintah dengan partai koalisi.

    Dia menyebut saling sindir Jokowi dengan Surya Paloh sebatas candaan sahabat. "Itu humor persahabatan. Sama, kan, kayak kita aja."

    Presiden Jokowi menyentil Surya Paloh pada saat pidato peringatan ulang tahun ke-55 Partai Golkar. Jokowi mula-mula menyapa para tamu-tamu yang hadir, seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan para tokoh senior Golkar lainnya.

    Kemudian dia mulai menyapa para ketua umum partai yang hadir.

    "Para Ketua Umum partai yang hadir. Bapak Surya Paloh, yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, pada Rabu lalu, 6 November 2019.

    Menurut Jokowi, wajah Surya yang terlihat lebih cerah setelah berangkulan dengan Sohibul. Jokowi menilai rangkulan itu tidak seperti biasanya.

    "Saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," ucap Presiden Jokowi lalu disambut tawa hadirin.

    Gantian pada pembukaan Kongres II NasDem pada Jumat malam lalu, Surya Paloh menyinggung pihak-pihak yang mempermasalahkan pelukannya dengan tokoh oposisi.

    "Kami berkunjung ke kawan pun dicurigai, ini bangsa model apa? Rangkulan pun dimaknai tafsir kecurigaan. Kita mengaku demokratis, tapi begitu ortodoks dan konservatif," ujarnya disambut riuh tepuk tangan para kader NasDem di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.