Raker Perdana dengan DPR, Nadiem Makarim Disambut Pantun

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat menghadiri pertemuan konsolidasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Pertemuan konsolidasi ini dalam rangka membahas percepatan pencapaian visi dan misi presiden serta sasaran dan target bidang PMK dalam RPJMN 2020-2024 dengan 7 Menteri dan 9 lembaga dibawah lingkup koordinasi Kemenko PMK.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat menghadiri pertemuan konsolidasi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Pertemuan konsolidasi ini dalam rangka membahas percepatan pencapaian visi dan misi presiden serta sasaran dan target bidang PMK dalam RPJMN 2020-2024 dengan 7 Menteri dan 9 lembaga dibawah lingkup koordinasi Kemenko PMK.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghadiri Rapat Kerja (Raker) perdana bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

    Raker dimulai pukul 13.30, dipimpin oleh Ketua Komisi X, Syaiful Huda. Setelah mengenalkan anggota Komisi X, Huda memberikan pantun kepada Nadiem. "Pergi ke pasar naik ojek, tidak lupa membeli cangkul. Nadiem Makarim meninggalkan Gojek, demi mengabdi go school," kata Huda.

    Pantun Huda sontak direspon gelak tawa anggota Komisi X. Nadiem pun mengucapkan terima kasih atas pantun itu. "Terima kasih pantunnya, saya suka sekali," kata Nadiem.

    Nadiem kemudian memperkenalkan jajaran Mendikbud yang hadir. Dia pun mengawali pemaparannya dengan bercerita mengenai penunjukan sebagai Mendikbud.

    Selanjutnya, Nadiem Makarim memaparkan lima arahan visi dan misi Presiden Jokowi dalam menciptakan SDM yang unggul dan sejumlah program kerja Kemendikbud. Dia juga mengatakan ingin menampung berbagai pertanyaan dan aspirasi dari Komisi X.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.