Ketua DPR Puan Maharani: Tugas Kapolri Baru Berat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kiri), Kapolri Komjen Pol Idham Azis (ketiga kanan), Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (kiri), Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), dan Muhaimin Iskandar (kanan) berfoto bersama dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. DPR RI dalam Rapat Paripurna tersebut menetapkan Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Tito Karnavian. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR Puan Maharani (ketiga kiri), Kapolri Komjen Pol Idham Azis (ketiga kanan), Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (kiri), Azis Syamsuddin (kedua kiri), Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), dan Muhaimin Iskandar (kanan) berfoto bersama dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. DPR RI dalam Rapat Paripurna tersebut menetapkan Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Tito Karnavian. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani menyatakan Kapolri baru Komisaris Jenderal Idham Azis akan langsung disambut sejumlah tantangan, diantaranya pengamanan pilkada serentak 2020, pencegahan radikalisme, penegakan hukum dan pencegahan aksi terorisme dengan mengedepankan deteksi dini intelijen, serta kejahatan cyber dan kejahatan transnasional.

    DPR resmi menetapkan Idham Azis sebagai Kapolri. "Tugas berat menghadang Kapolri baru. Kami optimistis Pak Idham bisa mengatasi tantangan-tantangan itu,” ujar Puan Maharani lewat keterangan tertulis, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Secara khusus, Puan berharap nakhoda baru Polri memberi perhatian pada kejahatan narkoba yang makin masif dan menyasar generasi muda. Puan juga berpesan agar Idham Azis segera melakukan konsolidasi internal setelah dilantik oleh presiden.

    “Konsolidasi internal penting untuk menyatukan gerak langkah sebagai jiwa korsa menghadapi tantangan yang makin kompleks," ujar Puan.

    Setelah konsolidasi internal, Puan menyarankan Kapolri baru berkoordinasi dengan penegak hukum lain agar tidak terjadi miskomunikasi dan membuat rakyat bingung.

    Puan berharap, Polri terus meningkatkan kemampuan profesionalnya sesuai perkembangan zaman. "Dan tentu saja, harus dekat dengan warga sebagai pengayom masyarakat".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.