Puan Maharani: Tantangan Muhadjir Effendy adalah SDM

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bersama Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada acara Serah Teriba Jabatan di Gedung  PMK, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Muhadjir Effendy resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada (21/10) Rabu lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bersama Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada acara Serah Teriba Jabatan di Gedung PMK, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Muhadjir Effendy resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada (21/10) Rabu lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua DPR Puan Maharani mengatakan tantangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan adalah soal pembangunan sumber daya manusia sebagai program prioritas pemerintahan Joko Widodo periode kedua.

    "Tantangan ke depan bagi Menko PMK yang akan datang yaitu Pak Muhadjir Effendy adalah bagaimana kemudian pelaksanaan program prioritas yang akan datang terkait SDM unggul kemudian bisa berjalan dengan baik," kata Puan didampingi Muhadjir usai lepas sambut Menko PMK di Jakarta, Kamis.

    Selain itu, mantan Menko PMK mengatakan terdapat program pelaksanaan penyaluran bantuan bagi masyarakat melalui tiga kartu yang sesuai janji Presiden akan mulai dilaksanakan tahun 2020 seperti kartu sembako, kartu prakerja dan kartu KIP kuliah.

    Dia mengatakan program itu menjadi tanggung jawab Menko PMK baru untuk bisa mengkoordinasikan di kementerian yang dibawahi. Dengan begitu, menteri-menteri baru bisa melaksanakan program-program bukan hanya "sent" (terkirim) tapi juuga "delivered" (tersampaikan dengan baik) ke lapangan.

    Kemudian, Puan juga berharap estafet kepemimpinan di Kemenko PMK agar dapat melanjutkan upaya "data cleansing" (pembersihan data) penerima bantuan sehingga bisa lebih tepat sasaran.

    Tentu saja, lanjut dia, agar data-data yang ada dapat diselaraskan dengan program yang baru. Artinya dari data saat tersebut akan diperoleh informasi soal siapa yang saat ini menerima bantuan Program Keluarga Harapan atau bantuan kemudian juga akan mendapatkan kartu sembako.

    "Soal cleansing data itu kan harus liat, apakah penerima manfaat dari kartu-kartu itu, misalnya masih hidup, apakah orang tersebut masih ada, misalnya... Dan kartunya itu beberapa waktu lalu sudah saya sampaikan bahwa sebaiknya bukan manfaatnya saja yang ditambah tapi kartunya tidak perlu diganti," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.