Ini Pesan Nadiem Makarim untuk Milenial di Hari Sumpah Pemuda

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Nadiem Makarim saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. ANTARA/Humas Kemendikbud

    Mendikbud Nadiem Makarim saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. ANTARA/Humas Kemendikbud

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk pertama kalinya memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 pada Senin lalu, 28 Oktober 2019, di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Dalam pidatonya, Nadiem memberikan pesan kepada generasi muda Indonesia agtau milenial. Pesan ini dikutip dan diunggah oleh akun instagram resmi Kemendikbud, @kemdikbud.ri.

    Mengawali pidatonya, menteri termuda itu menyatakan bahwa dia merupakan perwakilan generasi muda milenial ke bawah yang siap membuka berbagai kesempatan bagi generasi muda Indonesia.

    "Kehadiran saya di sini membuka berbagai macam kesempatan untuk generasi berikutnya. Kawan-kawan Pemuda, gerbang kita telah terbuka," kata Nadiem Makarim.

    Penunjukan Nadiem Makarim oleh Presiden Jokowi sebagai Mendikbud menuai pro kontra. Banyak pihak  mempertanyakan kemampuan dan kapasitas pendiri aplikasi Gojek berusia 35 tahun tersebut dalam mengemban tugas di bidang pendidikan.

    "Apakah ada yang mempertanyakan kemampuan saya dengan tanggung jawab sebesar ini? Pasti. Apakah saya bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi kepada saya? Waktulah yang akan menjawab," tuturnya. "Tapi pada saat saya diberikan kesempatan dari Pak Presiden untuk membantu generasi berikutnya, saya tidak berpikir dua kali. Saya melangkah ke depan, apapun risikonya."

    Dia lantas melanjutkan pidaotnya yang diarahkan untuk milenial.

    "Kita hidup dalam dunia yang bising. Banyak bisikan, banyak godaan, dan banyak pendapat. Di dalam kegaduhan ini, sering sekali suara hati kita terabaikan. Saya yakin pemuda Indonesia sadar di hatinya masing-masing ke mana dia ingin melangkah. Tetapi karena kebisingan tersebut, kita meragukan diri kita. Kita takut dipermalukan, kita takut dimusuhi, kita takut gagal."

    Nadiem Makarim terus memompa semangat kaum muda untuk terus melangkah menggapai cita-cita.

    "Kawan-kawan pemuda, satu-satunya kegagalan adalah kalau kita hanya diam di tempat, dan satu-satunya kesuksesan adalah kalau kita terus melangkah ke depan. Kita mungkin tersandung-sandung, kita mungkin jatuh, tapi kita tidak akan tiba di tujuan hati kita kalau kita tidak melangkah bersama," ujar Nadiem.

    Terakhir, dia meminta para pemuda jangan menunggu dunia berubah sebab dunia sebenarnya ada di tangan mereka.

    "Asal kita berani melangkah, kita tak akan pernah kalah. Salam Pemuda!" 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.