LCC Empat Pilar MPR, Momentum Internalisasi Nilai Kebangsaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono berharap acara final LCC Empat Pilar MPR bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-91 dapat menjadi spirit kebangsaan.

    Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono berharap acara final LCC Empat Pilar MPR bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-91 dapat menjadi spirit kebangsaan.

    INFO NASIONAL — Final dan Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat SLTA dimulai Senin malam, 28 Oktober 2019, hingga Selasa, 5 November 2019, di Gedung DPR RI. Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, mengatakan pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI ini bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-91.

    Momentum ini sangat tepat untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Kegiatan yang rutin dilakukan MPR RI ini bertujuan memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI.

    “Diharapkan kegiatan ini tidak hanya untuk memberikan kesadaran berideologi Pancasila, tapi juga kesadaran berkonstitusi juga terkait komitmen kita terhadap NKRI dan pemahaman kita terhadap semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Ma’ruf di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senin, 28 Oktober 2019.

    Dengan demikian, dia berharap generasi muda-yang dulu spiritnya pada 28 Oktober 1928 cinta persatuan adalah sesuatu yang niscaya untuk berdirinya negara Indonesia-pada peringatan 28 Oktober akan terus menginspirasi. Sehingga dalam perjalanannya pemuda memiliki kiprah yang lebih maksimal terhadap bangsa dan negara.

    Setiap tahun, kata Ma’ruf pemuda dan bangsa Indonesia dihadapi dengan tantangan yang berbeda. Sekarang, kemajuan teknologi informasi membuat pemuda harus terus melakukan adaptasi.

    “Tidak hanya memiliki ketahanan terhadap ideologi bangsa kita yang merupakan jati diri bangsa, tetapi juga pemuda memiliki kemampuan komptensi daya saing yang tinggi, karena pengaruhnya tidak hanya internal, tetapi juga eksternal, dari globalisasi,” ujarnya.

    Jika tidak mampu menguasai teknologi, Ma’ruf khawatir pemuda Indonesia tidak dapat mengimbangi daya saing dan akibatnya ketinggalan dengan bangsa lain. “Dan, di pundak pemuda, kita sebagai bangsa, harus meneruskan perjalanan bangsa ini sehingga niscaya pemuda tidak hanya memiliki daya tahan tetapi juga daya saing,” ucap Ma’ruf. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.