Jatah Kabinet, Hanura: Jokowi Hitung Kawan Berdasarkan Kalkulator

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memperkenalkan 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju sambil duduk lesehan di tangga ruang Oval Istana Merdeka, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memperkenalkan 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju sambil duduk lesehan di tangga ruang Oval Istana Merdeka, Jakarta, 25 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah mengaku belum mengetahui nasib partainya di kabinet Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Inas pun menyebut Jokowi sejauh ini hanya terlihat memperhatikan partai-partai koalisinya yang lolos ke parlemen saja.

    "Jokowi hanya menghitung kawan berdasarkan kalkulator semata, yakni hanya memandang jumlah suara partai saja," kata Inas ketika dihubungi, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Inas mengatakan, padahal Hanura sudah berkontribusi 16 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bekal pendaftaran Jokowi-Ma'ruf sebagai calon presiden-wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum pada Agustus 2018 lalu.

    "Dan jangan lupa juga, kader-kader Hanura berjuang tanpa mengenal lelah untuk memenangkan Jokowi juga," kata dia.

    Inas mengaku tak tahu apakah partainya akan mendapat penugasan lain di pemerintahan. "Itu Ketum (Oesman Sapta Odang) yang tahu," kata Inas.

    Hari ini, Jokowi memanggil 12 orang yang akan menjadi wakil menteri di kabinet Indonesia Maju. Dua partai pendukung Jokowi-Ma'ruf yang tak lolos ke parlemen, yakni Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Perindo mendapatkan jatah wakil menteri. Perwakilan dari dua partai itu adalah Surya Tjandra dan Angela Hary Tanoesoedibjo.

    Adapun nama-nama lainnya adalah Budi Gunadi Sadikin, Sakti Wahyu Trenggono, Zainut Tauhid, Wempi Watimpo. Kemudian Kartika Wiryoatmojo, Mahendra Siregar, Alue Dohong, Budi Arie Setiadi, Jerry Sambuaga, Suahasil Nazara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.