Projo Solo ke Gibran Jokowi: Kalau Menang Jangan Lupakan Relawan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka menyapa para pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 saat menghadiri debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 13 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka menyapa para pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 saat menghadiri debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, 13 April 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Projo Surakarta, Jawa Tengah, Tego Widarti menaruh perhatian terhadap Gibran Jokowi atau Gibran Rakabuming Raka yang hendak maju di Pemilihan Wali Kota Surakarta 2020.

    Perempuan yang akrab disapa Wiwin tersebut berharap Gibran Jokowi kelak menjadi pemimpin yang baik untuk masyarakat Kota Solo.

    "Saya bangga karena generasi muda ikut meramaikan Pilwakot Solo. Harapan kami Solo lebih baik. Jadilah pemimpin yang bijaksana, selalu menjaga Kota Solo," kata Wiwin kepada Tempo hari ini, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Wiwin pun mendukung putra sulung Presiden Jokowi itu menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarmoputri hari ini untuk mendaftar menjadi calon Wali Kota Solo.

    Selanjutnya, dia menyampaikan pesan untuk Gibran Jokowi agar nantinya tak melupakan siapapun yang sudah berkontribusi membantu kemenangannya. Gibran harus paham siapa saja yang sudah berkeringat dan benar-benar mencintainya sebagai pemimpin. 

    "Ojo lalu soko asale (jangan melupakan dari mana kita berasal). Maksudnya, jangan lupa kita berangkat dengan dukungan teman-teman yang berjuang membantu kemenangan."

    Maka itu, menurut Wiwin, Gibran Jokowi kelak perlu mengingat baik partai maupun relawan yang telah membantu. Ayah Jan Ethes Srinarendra tersebut pun diwanti-wanti supaya tak mengecewakan pendukung yang sudah menaruh hati padanya.

    "Kamu akan berdosa kalau mengabaikan semuanya itu," tutur Wiwin.

    Sebelumnya, Wiwin menyatakan kecewa dengan susunan kabinet baru Presiden Jokowi. Absennya perwakilan Projo dalam kabinet menjadi salah satu alasannya.

    Karena itu, Projo Solo mempertimbangkan kembali apakah akan mendukung Gibran Jokowi di Pilwakot Solo 2020.

    Wiwin mengatakan sudah dua periode Projo memaksimalkan kerja demi kemenangan Jokowi. Namun pada penyusunan kabinet kali ini, banyak figur yang menurut mereka tak sesuai harapan.

    “Kalau memang Gibran meminta kami untuk mendukung secara resmi kami tetap akan berhitung, tidak mau seperti yang kemarin,” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Rabu lalu, 23 Oktober 2019.

    Pernyataan Wiwin senada seirama dengan sikap terbaru DPP Projo, yang memproklamasikan dukungan untuk Jokowi pada 2013.  

    Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyatakan tugas organisasinya telah selesai dengan mendukung Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Menurut dia, Projo ikhlas jika memang tak dibutuhkan lagi keberadaannya oleh Jokowi.

    Tugas politik dan sejarah relawan Projo dinilainya sudah selesai setelah Jokowi berhasil menjadi Presiden RI dua periode.

    "Terima kasih atas kerja samanya selama ini. Tugas Projo sudah selesai hingga pelantikan 20 Oktober 2019. Selamat bekerja pemerintahan Jokowi - KMA dan Kabinet Indonesia Kerja," ujarnya lewat pesan singkat kepada sejumlah tokoh pada Selasa malam, 22 Oktober 2019. 

    Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, menyatakan organisasinya menangkap sinyal kuat kekecewaan dari relawan-relawan akar rumput ihwal pemilihan Kabinet Jokowi Jilid II.

    Handoko membenarkan salah satu sebabnya karena Partai Gerindra yang jelas-jelas rival Jokowi dalam dua pilpres bisa masuk kabinet.

    “Ada nama-nama yang selama ini menjadi die-hard Pak Jokowi yang loyal dan cakap namun tidak mendapat tempat di kabinet,” tuturnya pada Rabu lalu, 23 Oktober 2019, bertepatan dengan pelantikan Kabinet Indonesia Maju.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FIKRI ARIGI | DEWI NURITA | JOBPIE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.