Tak Dapat Kursi Menteri Agama, PPP: Kami yang Menantang Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Arsul Sani (kiri), Hidayat Nur Wahid (tengah), dan Jazilul Fawaid (kanan) dalam Rapat Pimpinan MPR pertama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. MPR akan mengundang Prabowo dan Sandiaga Uno dalam pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua MPR Arsul Sani (kiri), Hidayat Nur Wahid (tengah), dan Jazilul Fawaid (kanan) dalam Rapat Pimpinan MPR pertama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019. MPR akan mengundang Prabowo dan Sandiaga Uno dalam pelantikan pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku bahwa partainya tak kecewa karena tidak lagi mendapat kursi Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju  .

    Arsul mengatakan, justru partainya yang menantang presiden untuk memberi pos selain bidang agama kepada PPP. Seperti diketahui, dua periode pemerintahan belakangan, kursi Menteri Agama berturut-turut diberikan kepada partai berlambang kakbah tersebut.

    "Kami beberapa kali menyampaikan kepada Pak Jokowi agar PPP itu diberi challenge (tantangan) di portofolio yang lain. Itu memang kami minta," ujar Arsul di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 23 Oktober 2019.

    Arsul mengatakan, hal tersebut dilakukan agar tidak ada kesan bahwa satu kementerian itu adalah pos tradisional bagi partai atau kelompok tertentu. "Ketika PPP diberi kepercayaan sebagai Kepala Bappenas, kami malah bersyukur karena yang kami mohonkan dikabulkan Pak Jokowi," ujar Arsul.

    Hari ini, Presiden Jokowi mengumumkan Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. 

    Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas bahkan menyatakan banyak kiai yang protes dan menyatakan kecewa terhadap pilihan Jokowi ini.

    “Banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” kata Robikin saat dihubungi, Rabu 23 Oktober 2019.

    DEWI NURITA I FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.