Menteri Kesehatan Terawan: Rapat Dulu, Lihat Persoalan

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dokter Spesialis radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Dok.TEMPO/ Jacky Rachmansyah\

    Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dokter Spesialis radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Dok.TEMPO/ Jacky Rachmansyah\

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto merasa bersyukur telah dipilih oleh Presiden dan akan mengadakan rapat dengan jajaran Kementerian Kesehatan untuk melihat permasalahan dan apa solusinya.

    "Rapat dulu untuk melihat apa permasalahannya dan apa yang bisa dicapai, apa yang harus kita lakukan. Harus rapatkan dulu," ujar Menkes Terawan sebelum menghadiri syukuran di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu.

    Dia menghadiri acara itu usai menghadiri upacara pelantikan di Istana Merdeka pada Rabu pagi, ditemani oleh istri dan putranya.

    Menkes Terawan adalah Kepala RSPAD Gatot Subroto sebelum diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk membantunya sebagai anggota Kabinet Indonesia Maju.

    Nama dr Terawan sempat mencuat di kalangan masyarakat lantaran inovasinya tentang metode "cuci otak" yang telah terbukti menyembuhkan banyak pasien stroke, ditambah lagi ramai diberitakan media-media nasional karena pernah diisukan dipecat oleh PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

    Sekitar awal April 2018, mencuat kabar dr Terawan diberhentikan sementara oleh Mahkamah Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

    Pemberhentian tersebut lantaran dia dianggap melanggar kode etik kedokteran yaitu mengiklankan metode "cuci otak" yang bisa menyembuhkan pasien stroke.

    Menanggapi hal itu Menkes Terawan memutuskan tidak akan menanggapi isu tersebut, karena dia merasa tidak berkonflik.

    "Sudahlah, yang berkasus itu siapa. Biarkan saja. Saya kan tidak pernah tanggapi. Tidak perlu kan belum waktunya harus sesuai tata cara militer, saya waktu itu militer," tegas Menkes Terawan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.