Dapat Tugas dari Jokowi, Fadjroel Rachman Punya Kekayaan Rp 3,3 M

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pratikno, Fadjroel Rachman, dan Nico Harjanto masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan jelang pengumuman Kabinet Jokowi Jilid II, Jakarta, 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Pratikno, Fadjroel Rachman, dan Nico Harjanto masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan jelang pengumuman Kabinet Jokowi Jilid II, Jakarta, 21 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman mendatangi Istana Negara kemarin. Seperti calon menteri lainnya, Fadjroel juga mengenakan kemeja putih.

    Fajdroel mengungkapkan dirinya diajak makan siang oleh Presiden, serta menerima tugas di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

    Dia belum mengungkapkan tugas apa yang diberikan, namun Fadjroel berjanji akan berbicara lebih jauh kepada media jika sudah diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi.

    Fadjroel Rachman dikenal sebagai aktivis mahasiswa di era 1980-an. Mahasiswa ITB itu sempat merasakan di penjara oleh Pemerintah Orde Baru.

    Pada tahun 2015, Fadjroel diangkat menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., yakni perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Dalam laporan harta kekayaan pejabat negara, Fadjroel tercatat memiliki harta Rp 3,3 miliar.

    Harta ini dilaporkan pada 14 Maret 2019 atas kekayaan yang diperolehnya selama 2018.

    Fadjroel memiliki total dua tanah dan bangunan senilai Rp1,8 miliar yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

    Yang bersangkutan juga memiliki harta berupa dua kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua senilai Rp345 juta.

    Fadjroel juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp250 juta, surat berharga Rp80 juta serta kas dan setara kas senilai Rp1.290.200.000.

    Total harta kekayaan Fadjroel adalah Rp3.765.200.000. Namun, ia juga memiliki utang senilai Rp454.128.125

    Dengan demikian total harta kekayaannya adalah Rp3.311.071.875.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.