KPK Dalami Kasus Crane Tersangka RJ Lino, Adik BW Diperiksa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haryadi Budi Kuncoro, mantan Manager Senior Peralatan PT Pelindo II bersama pengacaranya usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, 13 Maret 2016. TEMPO/Inge Klara Safitri

    Haryadi Budi Kuncoro, mantan Manager Senior Peralatan PT Pelindo II bersama pengacaranya usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, 13 Maret 2016. TEMPO/Inge Klara Safitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa adik kandung mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto atau BW, yakni Haryadi Budi Kuncoro, soal dugaan korupsi RJ Lino dalam pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II. 

    Haryadi adalah bekas Senior Manajer Peralatan PT Pelindo II. Saksi untuk tersangka Richard Jost Lino lainnya yang diperiksa pada Senin, 21 Oktober 2019, adalah eks Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Noerlan.

    Haryadi bungkam tak mau menjawab pers seusai diperiksa.

    "Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan proses pengadaan QCC di Pelindo II," ucap juru bicara KPK Febri Diansyah.

    KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus korupsi dalam pengadaan tiga QCC oleh PT Pelindo II sejak Desember 2015.

    KPK menduga RJ Lino menyalahgunakan wewenangnya sebagai direktur utama dengan menunjuk langsung PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery dari Cina sebagai penyedia tiga unit crane itu di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.

    Penyidik berpendapat pengadaan itu tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai sehingga menimbulkan inefisiensi. Sampai saat ini RJ Lino belum ditahan dan diadili.

    Dalam sejumlah kesempatan, RJ Lino membantah telah merugikan negara dalam pengadaan QCC di badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.