PDIP Sebut Dapat Jatah Paling Banyak di Kabinet Jokowi Jilid II

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Sidang tersebut membahas Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019. Sidang tersebut membahas Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, JakartaSekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memastikan partainya mendapatkan porsi terbanyak di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (kabinet Jokowi). Meski begitu dia masih enggan membocorkan berapa kursi menteri yang menjadi jatah partainya.

    "Dari PDIP sudah fixed, terbanyak," kata Hasto di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2019.

    Hasto masih tak membocorkan portofolio kementerian apa saja yang diincar partainya. Menurut dia, PDIP menganggap semua kementerian penting dan strategis.

    Di kabinet Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019, partai banteng menempati posisi Menteri Hukum dan HAM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Sekretaris Kabinet.

    "Kami tidak melihat kementerian A lebih penting daripada kementerian B. Semua penting, punya tanggung jawab bagi masa depan, dan semua menteri adalah pembantu presiden," kata dia.

    Selanjutnya, Hasto melempar sinyal kader-kader PDIP akan segera dipanggil ke Istana oleh Presiden Joko Widodo. Sejak pagi tadi, Jokowi bergantian memanggil para calon menterinya datang ke Istana.

    Beberapa yang sudah datang yakni Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Tito Karnavian, dan Prabowo Subianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.