Bau Septic Tank Gedung DPR di Hari Pelantikan Presiden

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan sterilisasi jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan sterilisasi jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Di hari pelantikan presiden - wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, ruang media center Gedung Nusantara III Dewan Perwakilan Rakyat diterpa bau tak sedap pada Ahad, 20 Oktober 2019. Bau tersebut berasal dari rembesan air dari toilet pria, yang terletak di samping ruang media center.

    Bau itu sudah tercium sejak sekitar pukul 10.00 WIB, Ahad, 20 Oktober 2019. Sejumlah petugas tampak mengepel lantai yang terkena rembesan air itu. Namun, bau tak kunjung hilang hingga menjelang pukul 15.00 WIB. Aroma tak enak itu sempat hilang, tapi kembali meruap.

    Menurut seorang petugas bersih-bersih di ruang media center, bau dan air itu berasal dari sebuah toilet yang jebol hingga air septic tank meluap ke luar. "Harus ditutup (toiletnya), kalau enggak keluar-keluar lagi," kata petugas tersebut.

    Seorang petugas media center sempat menyemprotkan pewangi ruangan. Bebauan bercampur di udara dan menyengat hidung.

    Para awak media yang berada di dalam ruangan pun memasang masker penutup hidung. Beberapa lainnya memilih ke luar ruangan.

    Acara pelantikan presiden-wakil presiden ini sedianya dimulai pada pukul 14.30 WIB. Namun Presiden-Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf baru memasuki ruangan pada pukul 15.27 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.