Prediksi Kabinet Jokowi Jilid II: Ada Budi Gunawan dan Prabowo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  diskusi bertajuk

    diskusi bertajuk "Teka-teki Menteri dan Koalisi" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019. (Dari kiri) Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, pengamat politik KedaiKopi Hendri Satrio, moderator Margi Syarif,politikus PDIP Andreas Hugo Pareira, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. FOTO: TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi sejumlah nama yang masuk Kabinet Jokowi Jilid II.

    Ada beberapa nama lawas diperkirakan menjadi menteri lagi. Ada pula nama-nama baru yang disodorkan oleh partai politik.

    "Menurut prediksi saya, (menteri lama) Basoeki (Hadimoeljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), kemudian Menlu (Menteri Luar Negeri) Bu Retno Marsudi," kata Qodari dalam diskusi soal Kabinet Jokowi Jilid II di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019.

    Nama menteri berikutnya yang diprediksi oleh Qodari akan bertahan yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegro, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    "Karena di bawah Pak Sofyan program sertifikasi itu berjalan seperti yang diminta Pak Jokowi. Pak Bambang Brodjo karena dia yang siapin blue print ibu kota. Kalau diganti akan terjadi ketidaksesuaian.

    Dia juga mengungkapkan prediksi nama-nama menteri Kabinet Jokowi Jilid II yang disodorkan partai politik, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyorongkan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN( Jenderal Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan sekarang, Ryamizard Ryacudu.

    Dari Golkar, nama calon yang akan masuk Kabinet Jokowi Jilid II adalah Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Lalu dari Partai Kebangkitan Bangsa ada Hanif Dhakiri, dari NasDem Viktor Laiskodat, dari Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, dan Partai Gerindra mengajukan ketua umumnya, Prabowo Subianto, dan wakil ketua umum Edhy Prabowo.

    "Kalau Demokrat saya belum berani simpulkan. Karena di Demokrat itu nama sudah pasti, kursi belum pasti," kata Qodari lalu tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.