Ketua Umum Projo Jadi Wamen, Pemilik Seword: Nggak Punya Malu, Ya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam konferensi pers bertajuk 'Menjawab dan Melawan Kekhawatiran Pelemahan KPK' di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu,18 September 2019. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam konferensi pers bertajuk 'Menjawab dan Melawan Kekhawatiran Pelemahan KPK' di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu,18 September 2019. TEMPO/ Galuh Putri Riyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri dan pemilik Seword.com Alifurrahman S Asyari mengkritik keras sikap Ketua Umum Ormas Projo Budi Arie Setiadi yang dinilai mengemis-ngemis jabatan di kabinet kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, hingga mengancam membubarkan Projo.

    Kemarin, Alif menutup sementara situs Seword.com sebagai bentuk protes atas dilantiknya Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sepanjang hari kemarin, semua artikel yang disajikan oleh Seword tidak bisa diakses dan dibuka. Adapun yang bisa dilihat di situs itu hanya banner seperti #AlifforWapres.

    "Itu bahasa satire. Tagar itu menyindir Projo, membalas tagar #budiarieformenteri," ujar Alif saat dihubungi Tempo pada Ahad, 27 Oktober 2019.

    Alif juga mengkritik sikap Budi Arie yang batal membubarkan Projo setelah mendapat posisi di Kabinet Jokowi Jilid II. Pernyataan resmi Projo untuk membubarkan diri hanya bertahan dua hari. Pada Jumat lalu, Budi dipanggil Jokowi ke Istana Negara dan ditunjuk sebagai Wakil Menteri. Seketika, niat Budi membubarkan organisasi relawan itu batal.

    "Ya kita mau pamit tapi ditugaskan lagi, gimana?" kata Budi usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat lalu.

    Secara pribadi, Budi bahkan mengaku sudah mulai menerima bekas rival Jokowi, Prabowo Subianto di kabinet.  "Sudah so so, sudah ada cinta sedikit," kata dia.

    Alif pun menertawakan pernyataan tersebut. "Kalau saya di posisi ketua Projo, malu banget pasti. Itu soal harga diri. Lebih baik putih tulang daripada putih mata. Tapi Projo kayaknya enggak punya malu ya. Jadi tawaran diterima, dan Projo batal bubar karena sudah dapat jabatan," ujar Alif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.