Tiga Alasan Prabowo Diprediksi Jadi Menteri Pertahanan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 11 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari memprediksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menjadi Menteri Pertahanan di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Qodari menyebut nama Prabowo saat diminta memprediksi sejumlah nama lama dan baru yang akan masuk ke kabinet Jokowi.

    "Itu yang kira-kira masuk," kata Qodari dalam diskusi kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Oktober 2019.

    Menurut Qodari, Prabowo bisa menjadi menteri dengan tiga alasan. Pertama, dia menilai bekas calon presiden itu memiliki kedekatan dan bersahabat dengan Jokowi. Kedua, Qodari menyebut Prabowo ingin membuktikan idenya di bidang pertahanan, pangan, energi, dan air.

    "Ketiga, beliau ini kan tentara tulen, dan menurut saya beliau ingin masuk dalam pemerintah dan mengeksekusi ide-ide mengenai pertahanan yang ada di kepala beliau," ujarnya.

    Menurut Qodari, sebenarnya ada dua posisi yang relevan untuk diisi Prabowo, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhulam) dan Menteri Pertahanan. Posisi pertama lebih di tataran kebijakan dan koordinasi, sedangkan jabatan kedua bersifat teknis.

    Qodari memprediksi, dengan latar belakang dan karakternya, Prabowo akan memilih portofolio Menteri Pertahanan.

    "Saya duga Pak Prabowo akan pilih Menhan, kan arsitektur pertahanan itu yang bikin Menhan. Kalau Menkopolhukam kan hanya kordinasi dan komunikasi ke publik," kata Qodari.

    Nama Prabowo belakangan santer disebut-sebut menjadi calon menteri di kabinet Jokowi. Sejumlah politikus Gerindra mengakui ketua umumnya itu belakangan lebih kerap bicara soal stabilitas ketimbang persoalan ekonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.