Borak Minta Jokowi Bebastugaskan Wiranto

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko widodo memberi keterangan seusai menjenguk Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019, Jokowi menyampaikan kondisi Wiranto sudah membaik, dan sudah dapat berbicara. TEMPO/Genta Sharra Ayubi

    Presiden Joko widodo memberi keterangan seusai menjenguk Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019, Jokowi menyampaikan kondisi Wiranto sudah membaik, dan sudah dapat berbicara. TEMPO/Genta Sharra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok mahasiswa bernama Border Rakyat alias Borak mendesak Presiden Joko Widodo membebastugaskan dan mengistirahatkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto pascainsiden penusukan di Menes, Banten.

    "Desakan ini dengan mempertimbangkan kondisi dan keamanan Wiranto," ujar salah seorang perwakilan Borak, Azhar dari Universitas Pasundan Bandung, di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat pada Ahad, 12 Oktober 2019.

    Wiranto sebelumnya ditusuk seorang bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten pada Kamis 10 Oktober 2019.

    Akibatnya, Wiranto harus menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) karena terkena dua luka tusuk di bagian perut. Kini mantan Panglima ABRI itu masih dirawat di RSPAD.

    Borak menyarankan Jokowi agar tidak kembali menempatkan Wiranto dalam jajaran kabinet selanjutnya.

    Sebab, Borak menilai, Wiranto telah gagal menangani sejumlah peristiwa yang terjadi beberapa waktu terakhir. "Ini terbukti dari banyaknya jumlah korban jiwa dan ada kawan kami yang tertembak. Itu bukti kegagalan Wiranto," ucap Azhar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.