Jokowi Disebut Akan Lantik Menteri 1-2 Hari Setelah Pelantikan

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, 10 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, 10 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta-Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menyebut Presiden Joko Widodo akan melantik para menterinya satu atau dua hari setelah pelantikan presiden-wakil presiden 20 Oktober mendatang. Arsul menyebut hal itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan para pimpinan koalisi pengusungnya pada Senin, 30 September lalu.

    "Pak Jokowi dalam pertemuan terakhir memang sempat menyampaikan bahwa beliau melantik kabinetnya kurang lebih satu dua hari setelah pelantikan presiden," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Arsul mengatakan, dalam waktu yang semakin dekat dengan pelantikan ini komunikasi Jokowi dan koalisi akan semakin intens. Menurut dia, pihak Istana meminta agar para ketua umum partai koalisi pengusung tak meninggalkan ibu kota sampai hari pelantikan nanti.

    Namun dia belum memastikan kapan mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan kembali mengumpulkan pimpinan koalisinya. "Sampai sekarang (kapan pertemuan) belum, tetapi itu saja baru diminta supaya tidak meninggalkan Jakarta."

    Pelantikan presiden-wakil presiden akan berlangsung pada Ahad, 20 Oktober 2019. Hingga saat ini belum ada waktu pasti pukul berapa pelantikan akan berlangsung. Namun sebelumnya Majelis Permusyawaratan Rakyat menyatakan akan mengusulkan agar pelantikan digelar pada pukul 14.00 WIB.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.