Gerindra: Tak Mudah Bagi Prabowo untuk Jadi Koalisi atau Oposisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI perioder 2019-2020 memiliki harta Rp 32.196.441.418. Dok.TEMPO//Dhemas Reviyanto

    Mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI perioder 2019-2020 memiliki harta Rp 32.196.441.418. Dok.TEMPO//Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Prabowo Subianto tidak mudah untuk memutuskan menjadi koalisi atau oposisi di pemerintahan Jokowi mendatang.

    Sejauh ini, ujar Dasco, Ketua Umum Gerindra itu baru melakukan komunikasi-komunikasi informal terkait hal tersebut. "Mengambil keputusan untuk di dalam itu sama beratnya dengan mengambil keputusan apakah di luar (pemerintahan)," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 10 Oktober 2019.

    Untuk itu, ujar Dasco, keputusan resmi Gerindra akan menjadi koalisi atau oposisi di pemerintahan Jokowi, akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas Gerindra yang akan digelar pada 17 Oktober 2019 di Hambalang, Jawa Barat.

    Dalam agenda tersebut, ujar Dasco, Prabowo akan meminta pendapat dan masukan dari seluruh peserta rakornas ihwal apakah membantu pemerintahan dari dalam atau tetap di luar pemerintahan sebagai oposisi.

    Dasco mengatakan, saat ini di internal Gerindra masih cair. Pendapat masih berimbang soal kemungkinan menjadi oposisi atau koalisi. "Sehingga kami akan membulatkan, menyamakan persepsi dan visi di Rakornas nanti," ujar Dasco.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.