Parlemen Dikuasai Pendukung Pemerintah, Pengamat: Oposisi Mati

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (keenam kanan), beserta Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah (kelima kanan), Ahmad Muzani (keempat kiri), Jazilul Fawaid (keempat kanan), Lestari (ketiga kanan), Syarief Hasan (kedua kiri), Hidayat Nur Wahid (kiri), Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Arsul Sani (kanan), dan Fadel Muhammad (kedua kiri) berfoto bersama dengan Pimpinan MPR RI sementara Abdul Wahab Dalimunthe (keenam kiri) dan Hillary Brigitta Lasut (kelima kiri) dalam Sidang Paripurna Pelantikan Pimpinan MPR RI 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (keenam kanan), beserta Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah (kelima kanan), Ahmad Muzani (keempat kiri), Jazilul Fawaid (keempat kanan), Lestari (ketiga kanan), Syarief Hasan (kedua kiri), Hidayat Nur Wahid (kiri), Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Arsul Sani (kanan), dan Fadel Muhammad (kedua kiri) berfoto bersama dengan Pimpinan MPR RI sementara Abdul Wahab Dalimunthe (keenam kiri) dan Hillary Brigitta Lasut (kelima kiri) dalam Sidang Paripurna Pelantikan Pimpinan MPR RI 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan di parlemen kini dikuasai partai pendukung pemerintah. Kursi Ketua DPR diduduki Puan Maharani dari PDIP dan Ketua MPR dijabat Bambang Soesatyo dari Golkar, partai pendukung pemerintah. La Nyalla Mattalitti, pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, juga menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah. Oposisi tersisih.

    Dosen ilmu politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menyebut fenomena politik seperti sekarang ini sebagai "the winner takes all", pemenang pemilihan umum mengambil semua posisi strategis. "Kondisi ini ada sisi baik dan buruknya," ujar Adi saat dihubungi, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Sisi baiknya adalah bisa dipastikan semua kebijakan politik pemerintah aman tanpa protes berarti dari parlemen. "Kabar buruknya adalah matinya oposisi di parlemen."

    Kosongnya pos-pos kritis ini, ujar Adi, bisa memantik munculnya oposisi jalanan seperti yang dilakukan mahasiswa belakangan.

    Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin memprediksi, beberapa partai oposisi akan merapat ke pemerintahan jika menilik kondisi saat ini.

    "Mungkin Gerindra melepas ketua MPR. Kemungkinan Gerindra akan ditempatkan di posisi yang lain. Bisa di eksekutif atau bisa juga di legislatif," ujar Ujang Komarudin. Prediksi Ujang terjadi. Calon ketua MPR dari Gerindra, Ahmad Muzani kalah dari Bambang Soesatyo dari Golkar dalam perebutan ketua MPR.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.