Cerita Muzani Diminta Mundur Prabowo dari Pencalonan Ketua MPR

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, 5 Oktober 2018. TEMPO/Friski Riana

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, 5 Oktober 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya meminta Ahmad Muzani mundur dari bursa pencalonan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Muzani mengatakan keputusan itu disampaikan Prabowo pada detik-detik terakhir menjelang sidang paripurna, Kamis petang, 4 Oktober 2019.

    "Akhirnya beliau (Prabowo) ambil keputusan demi kepentingan lebih besar, bahwa (saya) tidak usah meneruskan pencalonan Ketua MPR," ujar Muzani di gedung Kura-kura, kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis petang.

    Sebelum melontarkan keputusan finalnya, Prabowo sempat memanggil Muzani. Dalam pertemuan keduanya, Muzani melapor bahwa ia telah berbincang dengan Ketua Umum Partai PAN Zulkifki Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tentang kondisi peta pemilihan Ketua MPR.

    Menurutnya partai bekas koalisi Gerindra, yakni PKS, Partai Demokrat, dan PAN, telah sepakat mengusung rivalnya, Bambang Soesatyo alias Bamsoet dari Partai Golkar. Bamsoet terhitung diusung delapan partai. Sedangkan Muzani hanya diusung tunggal oleh partainya.

    Setelah mendengar penjelasan Muzani, Prabowo akhirnya memberikan dukungan kepada Bamsoet. Muzani berujar, Prabowo menganggap keputusan ini memiliki tujuan khusus. "Beliau harapkan ada hal-hal lain yang lebih strategis yang akan kita capai nanti," ucapnya. Ia juga menampik keputusan akhir Prabowo berkaitan dengan lobi-lobi jabatan di kursi menteri.

    Sidang paripurna sebelumnya telah memutuskan Bamsoet sah menjadi Ketua MPR periode 2019-2024. Bamsoet terpilih secara aklamasi setelah Partai Gerindra urung mencalonkan Muzani.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.