Aliansi Akademisi Kecam Kampus yang Menolak Demonstrasi Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang mahasiswa bersalaman dengan anggota Polwan saat aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 26 September 2019. Di tengah aksi demonstrasi mahasiswa menolak RUU bermasalah, terdapat beberapa momen keakraban antara polisi dan mahasiswa. ANTARA

    Seorang mahasiswa bersalaman dengan anggota Polwan saat aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 26 September 2019. Di tengah aksi demonstrasi mahasiswa menolak RUU bermasalah, terdapat beberapa momen keakraban antara polisi dan mahasiswa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Akademisi Indonesia mendukung demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung selama hampir sepekan di berbagai wilayah di Indonesia.

    "Karena kami mendukung proses demokrasi dan turut melawan berbagai bentuk penindasan adalah tugas utama kaum terpelajar," ujar Andina Dwifatma, anggota Aliansi Akademisi Indonesia, melalui keterangan tertulis hari ini, Ahad, 29 September 2019.

    Aliasi Akademisi Indonesia juga mengecam pendekatan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap massa demonstran. Andina mendorong kampus bersuara tatkala peserta didiknya diberangus oleh alat negara secara sewenang-wenang, termasuk membawa masalah ini ke ranah hukum.

    Andina pun menyayangkan adanya beberapa kampus yang mengancam menghukum mahasiswanya yang mengikuti demonstrasi. Beberapa kampus lain tertangkap basah main aman, yakni memberi izin tapi meminta mahasiswa tidak mengaitkan kegiatannya dengan nama kampus.

    Situasi ini, menurut dia, diperparah dengan pernyataan Menristekdikti Mohamad Nasir yang mengancam memberi sanksi bagi rektor dan dosen yang mahasiswanya terlibat demonstrasi mahasiswa dan maasyarakat.

    "Ini jelas merupakan upaya pembungkaman sikap kritis kaum terpelajar terhadap kekuasaan, termasuk juga bentuk pelanggaran atas hak sipil untuk berkumpul dan menyatakan pendapat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.