Buntut Demo Mahasiswa, Begini Massa Hancurkan Sebuah Pos Polisi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi pos polisi yang dibakar massa setelah aksi mahasiswa menolak RUU bermasalah, di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. ANTARA

    Kondisi pos polisi yang dibakar massa setelah aksi mahasiswa menolak RUU bermasalah, di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 September 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan massa memilih mundur pasca bentrokan demo mahasiswa di depan Gedung DPR ke Menara BNI 46 yang berada di Jalan Pejompongan.

    Mereka yakni gabungan warga dan peserta demo mahasiswa sebelum bentrok dengan polisi di depan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bentrokan sebagai rentetan dari kericuhan yang terjadi di Depan Gedung DPR usai ribuan mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak berbagai Rancangan Undang-Undang yang dinilai mengembosi demokrasi.

     
    Sekitar pukul 21.50, massa yang bertahan melihat pos polisi subsektor Pejompongan berteriak untuk melakukan pembakaran. "Bakar, bakar," teriak massa di depan polisi, Selasa, 22 September 2019.
     
    Sebagian pun bergerak melakukan pengrusakan. Plan nama dipukul menggunakan kayu dan dilempari batu. "Jangan dibakar, ada mushollah," teriak salah satu massa.
     
    Massa pun mengeluarkan isi dari pos polisi. Terdengar berapa kali pecahan kaca dari dalam pos. Gentong dan dispenser yang diangkat oleh massa dibuang ke dalam api yang berada di jalanan. " Bakar saja isinya, ada penghuninya," teriak massa.
     
    Teriakan dari arah massa terus menantang ke arah polisi. Polisi berada di atas flyover Slipi-Semanggi tampak menahan diri. " Ayo bakar yang banyak dibiar bisa nahan mereka kalau mau maju, " teriak salah satu dari massa.
     
    Terlihat empat titik api yang dibuat oleh massa. Sebagian dari mereka pun mengisi botol kaca dengan bensin. "Ayo potong kecil-kecil kainnya," diskusi di kelompok yang tepat berada di bawah flyover.
     
    Sekitar pukul 20.20, polisi merangsek maju dari Kantor KLHK. Mereka menembakkan gas air mata ke arah massa berkerumun di depan Menara BNI. "Jangan lari, ayo lawan," teriak massa dengan kompak.
     
    Beberapa ambulans dari PMI DKI juga terlihat siaga untuk membantu kemungkinan jatuhnya korban bentrokan demo mahasiswa itu. Berulang kali bunyi sirine terdengar dan ambulancs melewati kerumunan massa. "Kasih lewat, kasih lewat," massa berteriak membuka jalan bagi ambulance. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.