Rumah Sakit Sumitra Kotabaru Kekurangan Dokter Spesialis

Reporter

Editor

Purwanto

Ilustrasi cek kesehatan (Pixabay,com)

TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Daerah Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, menjalin kerja sama dengan RSUD Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dalam upaya memenuhi kekurangan tenaga dokter spesialis.

Plt Direktur RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru dr Nasar, Selasa, mengatakan, kerja sama dilakukan dalam rangka memenuhi persyaratan sebagai rumah sakit tipe C, menyusul hasil kaji ulang atau review Kementerian Kesehatan yang merekomendasikan penurunan kelas menjadi tipe D.

“Kita belum ada dokter anak, di Tanah Bumbu (Tanbu) ada kelebihan tiga orang dokter anak, jadi kita bekerja sama,” ujarnya.

Ada empat pelayanan medik spesialis dasar wajib di rumah sakit tipe C, salah satunya pelayanan anak yang sebelumnya tidak dimiliki RSUD Pangeran Jaya Sumitra.

Kini tenaga dokter anak di RSUD Pangeran Jaya Sumitra sudah tersedia, walaupun untuk sementara hanya melayani dua hari dalam sepekan.

“Jadi ada kunjungan part time ke Kotabaru dua kali seminggu sehingga pelayanannya bisa tercover,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi ke Kemenkes terkait program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS) untuk menambah tenaga dokter spesialis anak.

Program ini sebelumnya bernama Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) yang dijalankan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah.

Bedanya jika dulu kementerian yang menempatkan, maka kini dokter yang bersangkutan memilih sendiri daerahnya.

“Kita juga melakukan peningkatan intensif supaya ada semacam daya tawar dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta. Cuma informasi terkahir kita masih belum dapat, kita ikuti terus karena kita betul-betul membutuhkan dokter spesialis anak” ungkap Nasar.

Upaya lain yang dilakukan yakni menjajaki kerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) untuk menempatkan dokter residen atau dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis di Kotabaru.

“Sementara ini yang sudah berjalan dengan Unhas (Universitas Hasanudin, Red), ada dokter residen THT dan mata. Kalau dengan Unair kita harapkan spesialis anak, tapi masih dalam penjajakan,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kotabaru sendiri berusaha menambah tenaga dokter spesialis di RSUD Pangeran Jaya Sumitra melalui program beasiswa.

Namun beberapa dokter yang dibiayai sekolahnya itu saat ini masih menempuh pendidikan, meliputi spesialis anak, jiwa, THT, ortopedi, radiologi, dan patologi anatomi.






Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

10 hari lalu

Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

Dia adalah satu-satunya pasien terkonfirmasi positif cacar monyet di Tanah Air hingga trennya di dunia yang kini menurun.


Universitas Daring Khusus Dokter dari Alodokter, Bisa Dapat SKP

13 hari lalu

Universitas Daring Khusus Dokter dari Alodokter, Bisa Dapat SKP

Fitur terbaru dari Alomedika bernama Alomedika eCourse yakni universitas daring khusus dokter pertama di Indonesia.


Lima Bahaya Self Diagnosis

17 hari lalu

Lima Bahaya Self Diagnosis

Survei Pew Research Center's Internet & American Life Project menyatakan sepertiga dari mereka yang melakukan self diagnosis tak datang ke dokter.


Self Diagnosis dari Internet, Adakah Keuntungannya?

17 hari lalu

Self Diagnosis dari Internet, Adakah Keuntungannya?

Keuntungan pertama dari self diagnosis adalah mengurangi biaya operasional datang ke dokter, selagi penyakit dapat disembuhkan sendiri.


Keluarga Berkumpul Kesehatan Ratu Elizabeth II Mengkhawatirkan

19 hari lalu

Keluarga Berkumpul Kesehatan Ratu Elizabeth II Mengkhawatirkan

Sejumlah anggota keluarga Kerajaan Inggris bergegas mendampingi Ratu Elizabeth II setelah tim dokter mengutarakan kekhawatiran atas kondisi kesehatan


Tingkatkan Kompetensi Dokter, Klinik Pintar Luncurkan Kelas Virtual

35 hari lalu

Tingkatkan Kompetensi Dokter, Klinik Pintar Luncurkan Kelas Virtual

Kelas virtual ini dapat diakses di platform belajar Terampil.com, di mana fokus user adalah dokter umum dan nakes klinik.


Dokter Austria Bunuh Diri, Tak Tahan Diancam Aktivis anti-Vaksin Covid-19

58 hari lalu

Dokter Austria Bunuh Diri, Tak Tahan Diancam Aktivis anti-Vaksin Covid-19

Seorang dokter di Austria yang menghadapi ancaman pembunuhan dari aktivis anti-vaksinasi dan ahli teori konspirasi pandemi virus corona, bunuh diri.


Ali Saleh Alhuraiby, Calon Menantu Anies Baswedan, Berasal dari Keluarga Dokter

29 Juli 2022

Ali Saleh Alhuraiby, Calon Menantu Anies Baswedan, Berasal dari Keluarga Dokter

Calon menantu Anies Baswedan, Ali Saleh Alhuraiby termotivasi oleh kedua kakaknya yang juga merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UI.


Bamsoet: Indonesia Masih Kekurangan Dokter

28 Juli 2022

Bamsoet: Indonesia Masih Kekurangan Dokter

Jumlah dokter semakin berkurang selama pandemi Covid-19 karena banyak yang gugur dalam tugas.


Mahasiswa Berprestasi ITB Usung Proyek Aplikasi Kamus Medis Bahasa Lokal

20 Juli 2022

Mahasiswa Berprestasi ITB Usung Proyek Aplikasi Kamus Medis Bahasa Lokal

Juara pertama Mahasiswa Berprestasi ITB tahun ini menggagas aplikasi yang dinamakan Baymin. Butuh Rp 1,5 miliar dan pengerjaan hingga 2028.