Jawa Timur Raih Juara Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2019

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jawa Timur Raih Juara Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2019.

    Jawa Timur Raih Juara Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2019.

    INFO NASIONAL — Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Sugiarto, dinobatkan sebagai pengemudi terbaik Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2019. Ia sukses menjawab pertanyaan di fase tiga besar dengan lancar. Matanya merah tanda terharu ketika namanya disebut sebagai pemenang pada puncak acara di Red Top Hotel, Jakarta, Kamis, 12 September.

    "Saya teringat nazar putra sulung yang bilang, kalau juara minta dibelikan sepeda (motor) trail," demikian ia bercerita usai pemilihan. Walau demikian, mengingat usia anaknya masih 15 tahun, ia tak berani memenuhi janji tersebut. Selain si anak pernah jatuh dari motor, pengalaman selama mengikuti kontes ini membuat Sugiarto kian menyadari pentingnya keselamatan berkendara.

    Maka, total hadiah uang tunai sebesar Rp 23,5 juta akan digunakan untuk kepentingan lain guna menunjang kehidupan keluarganya. Apalagi, istrinya baru saja melahirkan anak ketiga. "Usianya baru 50 hari. Masih baru banget," ucap pengemudi angkutan pedesaan yang melayani trayek Magetan-Sarangan ini.

    Menjadi sopir angkutan umum dalam kota, menurut Sugiarto penuh suka dan duka. Penghasilannya per hari tak menentu. "Sedapatnya, mas. Dapat 20 ribu (rupiah) disyukuri, dapat 30 ribu atau 50 ribu (rupiah) ya alhamdulillah," ujar Sugiarto. Untunglah, istri selalu menerima hasil yang ia bawa pulang. Rasa syukur terhadap setiap rezeki yang diterima menjadi pedoman hidup mereka.

    Ia mengakui, kemunculan moda transportasi daring, atau berbasis online, cukup memengaruhi pendapatan pengemudi angkutan umum di daerahnya. Kendati jumlah armada trayek Magetan-Sarangan hanya 70 mobil, penumpang yamg naik semakin menyusut.

    Namun, Sugiarto tak mau menyerah atau bersikap antipati terhadap perubahan zaman ini. Ia berpendapat kondisi tersebut justru sebagai tantangan agar moda transportasi konvensional berbenah.

    "Angkutan online adalah keniscayaan karena tuntutan masyarakat. Ini membuat angkutan konvensional tertantang untuk memperbaiki diri. Saya harapkan regulasi yang jelas dari pemerintah agar ke depan tak ada lagi gesekan antara transportasi konvensional dengan transportasi online," demikian jawaban pria berusia 40 tahun itu di hadapan para juri. 

    Jawaban itu pula yang mengantarnya meraih juara pertama dalam Pemilihan Abdi Yasa Teladan bertajuk SDM Unggul Transportasi Aman. 

    Pertanyaan terkait kehadiran transportasi online menjadi satu-satunya soal yang wajib dijawab ketiga peserta. Yayan Mulyana, kontestan asal Jawa Barat yang akhirnya meraih juara dua memiliki jawaban cukup panjang terkait soal tersebut.

    "Sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 menyebutkan, bahwa setiap penyelenggara angkutan umum harus memberikan keamanan dan kenyamanan pada pengguna. Transportasi online bisa memberikan layanan seperti itu. Memang, imbasnya pendapatan kami menurun hingga 50 persen. Tapi, uang bukan alasan utama, kita harus bersaing dengan baik dan sehat. Komunitas (pengemudi angkutan umum) di daerah kami berusaha meningkatkan mutu transportasi konvensional, bahkan door to door. Kami mencari orang yang mau sewa, misalnya. Jadi, kami siap bersaing, memberikan layanan terbaik," ucap Yayan.

    Sementara itu, peraih posisi tiga Sadam Hadi dari Sumatera Utara beranggapan bahwa transportasi online sebetulnya membantu masyarakat dalam memilih jenis transportasi. "Kalau yang kontra, umumnya transportasi konvensional. Mungkin karena sekarang pendapatan mereka jadi berkurang," ujar pengemudi bus wisata Damri tersebut.

    Pemilihan Abdi Yasa Teladan 2019 terselenggara usai seleksi ketat di tiap kota, berlanjut ke provinsi dan akhirnya ke tingkat nasional di Jakarta.

    Setelah menjaring 35 perwakilan dari 27 provinsi di tingkat nasional, terpilih para juara. Pemenang pertama mendapat piagam, bingkisan dari sponsor beserta uang tunai Rp 23,5 juta. Posisi kedua meraup Rp 16,5 juta, tempat ketiga sebesar Rp 9,5 juta, serta juara favorit diraih perwakilan DKI Jakarta Felix Aditiawarman didapuk Rp 2 juta. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.