KPK Konferensi Pers Soal Firli, DPR Cecar Alexander Marwata

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Pimpinan (Capim) KPK Alexander Marwata saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, 9 September 2019. Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini, 10 capim KPK akan amplop berisi tema makalah yang harus mereka buat. TEMPO/Amston Probel

    Calon Pimpinan (Capim) KPK Alexander Marwata saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, 9 September 2019. Dalam uji kelayakan dan kepatutan ini, 10 capim KPK akan amplop berisi tema makalah yang harus mereka buat. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat mencecar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023 Alexander Marwata mengenai konferensi pers KPK tentang dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri kemarin, rabu, 11 September 2019. Anggota Komisi Hukum DPR Masinton Pasaribu menanyakan apakah Alex sebagai pimpinan KPK turut mengetahui pengungkapan kasus etik yang disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan juru bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK.

    Masinton ingin tahu apakah keputusan untuk konferensi pers itu juga diketahui Marwata. "Apakah cara-cara seperti ini lazim untuk dilakukan oleh KPK atas nama integritas dan pemberantasan korupsi? Saya mau dengar itu dulu Pak," kata Masinton dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    Pertanyaan senada disampaikan anggota Komisi Hukum Arsul Sani. Arsul menanyakan apakah konferensi pers itu mewakili pimpinan KPK secara keseluruhan. "Kalau ya, berarti Pak Alex juga harus bertanggung jawab secara keseluruhan."

    Kemarin, KPK menggelar konferensi pers menyatakan bahwa Firli melanggar etik ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. KPK menyebut Firli pernah bertemu dengan beberapa pihak yang terseret perkara rasuah, salah satunya Tuan Guru Bajang Zainul Majdi yang ketika itu ditelisik KPK dalam dugaan suap kasus divestasi Newmont.

    Menanggapi hal ini Alex mengatakan bahwa dia tidak mengetahui konferensi pers itu. Dia mengatakan bahwa Ketua KPK Agus Rahardjo sedang berada di Yogyakarta. Ia mengaku mengetahui dari Basaria Panjaitan melalui Whatsapp, dari link berita. “Konferensi pers tidak diketahui oleh semua pimpinan. Pak Agus di Jogja, saya dan Bu Basaria di kantor tapi tidak mengetahui."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.