Lika-liku Fahri Hamzah Dirikan Partai Gelora

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kanan) menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Fahri mengatakan penyidik telah menaikkan status laporannya terhadap Sohibul Iman ke tahap penyidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kanan) menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Fahri mengatakan penyidik telah menaikkan status laporannya terhadap Sohibul Iman ke tahap penyidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah akan mendirikan partai usai pensiun dari jabatannya pada akhir September 2019. Fahri akan mendirikan Partai Gelombang Rakyat atau Gelora.

    "Nanti setelah saya betul-betul pensiun, baru saya intensif (mengurus Gelora)," ujar Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 10 September 2019.

    Fahri sebelumnya terpilih menjadi anggota dewan melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun karena konflik internal ia hengkang dari partai yang dipimpin Sohibul Iman tersebut, dan akan mendirikan partai politiknya sendiri.

    Sebelum memperkenalkan Gelora sebagai nama partai politiknya, Fahri gembar-gembor soal organisasi masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Garbi merupakan organisasi relawan yang didirikan mantan Presiden PKS Anis Matta. Sejumlah kader PKS loyalis Anis pun bergabung dalam organisasi relawan itu. Kelompok ini muncul dan mendeklarasikan diri di sejumlah daerah sejak awal-awal 2018.

    Dalam perkembangannya, Garbi membangun kekuatan dari bawah dan menggelar kegiatan yang berbeda-beda di setiap daerah. Belakangan, semakin banyak bekas kader PKS yang mendeklarasikan Garbi setelah hengkang dari partai.

    Fahri mengatakan lahirnya Garbi merupakan tanda akhir dari PKS. Karena menurutnya sebagai partai politik, PKS tidak bersikap demokratis. "Partai ini kan bukan milik satu orang. Ini kan partai milik semua. Enggak bisa pake tangan besi seolah-olah nasib orang bisa ditentukan," kata Fahri di gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu 17 Oktober 2018.

    Juli lalu, Fahri sempat menyebut Garbi akan bertransformasi menjadi partai politik. Meskipun saat itu masih dibicarakan dalam forum non formal.

    Fahri mengatakan targetnya Gelora bisa berdiri pada akhir 2019. Ia akan mulai mengurus administrasi partai mulai pada Oktober nanti. Fahri menyebut, struktur partai juga sudah terbentuk sampai ke daerah dan para inisiator sudah mulai bekerja. "Tapi saya sendiri kan belum terlalu banyak terlibat karena masih sibuk mengakhiri masa tugas saya di DPR," ujar dia.

    Partai Gelora, kata dia, ditargetkan bisa mengikuti Pilkada 2020, karena banyak diantara para inisiator partai ini merupakan kepala daerah inkumben atau orang yang punya peluang jadi kepala daerah.

    Fahri Hamzah menyebut nama Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana sebagai calon kepala daerah inkumben atau orang yang punya peluang jadi kepala daerah dari Partai Gelora pada Pilkada 2020 mendatang.

    Adapun Hadi Mulyadi saat ini menjabat Pembina Garbi di Kalimantan Timur dan masih menjabat anggota Majelis Syuro PKS. Begitu pula Triwisaksana masih menjabat anggota Majelis Syuro PKS Triwisaksana.

    FIKRI ARIGI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.