Ditanya Internet dan Pasukan di Papua, Wiranto Malah Jawab Begini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan dalam acara Yospan Papua saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 1 September 2019. Dalam acara ini, Wiranto yang juga mengenakan hiasan kepala khas Papua, sempat menyanyi dan menari bersama para peserta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menko Polhukam Wiranto memberikan sambutan dalam acara Yospan Papua saat Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 1 September 2019. Dalam acara ini, Wiranto yang juga mengenakan hiasan kepala khas Papua, sempat menyanyi dan menari bersama para peserta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menghindari pertanyaan soal pemblokiran jaringan internet dan penarikan pasukan di Papua dan Papua Barat.

    Meski begitu dia mengklaim kondisi keamanan di sana sudah kondusif.

    "Kalau kamu buka berita yang menyejukkan. Pertanyaanmu enggak bagus," kata dia selepas menghadiri acara konser bertema "Yospan Papua" di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, hari ini, Ahad, 1 September 2019.

    Wiranto hanya memberikan pernyataan selama sekitar tiga menit. Dia menutup sesi wawancara singkat pada saat hendak ditanya lebih lanjut mengenai internet dan pasukan. "Sabar, dari tadi (saya bilang) sabar, tenang, kan begitu. Baik, terima kasih, terima kasih, cukup."

    Ketika meninggalkan acara, Wiranto berjalan terburu-buru menuju mobilnya. Dia tak mau menjawab pertanyaan seputar konflik di Papua. Sebelum masuk mobil, Wiranto balik badan lalu mengatakan wartawan sebaiknya membuat pemberitaan yang menyejukkan.

    Sebelumnya, Wiranto juga menghindar ketika ditanya soal jumlah masyarakat sipil yang tewas dalam kerusuhan dan kontak senjata di Papua.

    Sejumlah media asing memberitakan setidaknya 6-7 korban tewas dalam kontak senjata di Kabupaten Deiyai pada Rabu, 28 Agustus 2019.

    "Malam ini kami enggak bicara soal yang korban, yang rusak, itu nanti pada penjelasan yang lain. Karena laporan terus berjalan. Kami biasanya menerima laporan malam seperti ini, kami kompilasi, baru kami jelaskan besok pagi," tuturnya di Istana Negara pada Jumat malam lalu, 30 Agustus 2019.

    Menurut Wiranto, pemerintah berwenang menentukan apakah akan mengumumkan jumlah korban di Papua atau tidak. Jika pemerintah merasa tak perlu maka hal itu tak akan diumumkan.

    "Ya, terserah kamilah mau umumkan atau tidak."

    Wiranto pun menyatakan sambungan internet di Papua akan dibuka setelah situasi keamanan kondusif.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.