Mahasiswa Katolik Tanggapi Abdul Somad Begini...

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

    Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Kupang - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indinesia (PMKRI) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mempersoalkan pernyataan Abdul Somad dalam khotbahnya yang dinilai menghina simbol agama Kristen.

    "Bagi kami, konten ceramah Ustad Abdul Somad yang menyinggung simbol sakral agama Katolik adalah bentuk sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng. melalui siaran pers yang diterima Tempo hari ini, Senin, 19 Agustus 2019.

    Mereka pun menyebut Abdul Somad sebagai momok terhadap kerukunan kehidupan antarumat beragama. Mereka mendesak negara  mengambil sikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi.
     
    "Kami meminta Ustad Abdul Somad menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya umat Katolik yang terlukai perasaannya," ucap Adrianus.

    PMKRI Kupang pun mendesak Mabes Polri segera memeriksa ustad tersebut. Penggalan video Abdul Somad viral di media sosial dan memancing kecaman banyak pihak. Bahkan, ormas Islam tertua, Muhammadiyah, menilai pernyataan Abdul Somad adalah penghinaan simbol agama.  

    Selanjutnya, PMKRI Kupang menghimbau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk tetap tenang, bersikap arif, serta tidak terprovokasi dengan konten video tidak terpuji Abdul Somad.

    Melalui video yang diunggah FSRMM TV di kanal Youtube pada Ahad, 18 Agustus 2019, Somad memyampaikan klarifikasi dalam ceramah di Desa Simpang Kelayang, Masjid At-Taqwa pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

    "Pengajian di dalam masjid tertutup. Bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di tv, tapi untuk intern umat Islam. Menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa AS untuk orang Islam dalam Quran dan sunah Nabi SAW," ujar Abdul Somad.

    YOHANES SEO

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.